Sutradara Dokumenter G30S/PKI Tewas di Turki

SUMUTNEWS.CO – Istanbul | Andre VItchek, seorang jurnalis Amerika Serikat yang juga merupakan sutradara film dokumenter Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) dilaporkan meninggal dunia di Istanbul, Turki. Saat ini pihak berwenag Turki tengah melakukan penyelidikan atas kematian pria kelahiran Uni Soviet itu.

“Jurnalis Amerika itu meninggal setelah melakukan perjalanan semalam dari kota pesisir Laut Hitam, Samsun ke Istanbul,” ujar kantor berita Anadolu pada Selasa (22/09/2020).

“Pria berusia 57 tahun, dan istrinya sedang bepergian di dalam mobil sewaan dengan sopir dan tiba di hotel mereka di Istanbul sekitar pukul 5:30 pada Selasa. Istrinya Rossie Indira Vltchek mencoba membangunkannya tetapi sang suami masih tidak bangun,” imbuh laporan tersebut.

Baca juga:  Houthi Rudal Bandara Aden saat Pertempuran Yaman Paksa 200 Ribu Warga Mengungsi

Segera setelah suaminya membeku, dia memanggil petugas medis darurat, yang memastikan bahwa Vltchek telah meninggal.

Jaksa Istanbul telah melakukan penyelidikan atas kematiannya, dan tubuhnya dibawa ke institusi kedokteran forensik untuk diperiksa.

Harian Turki, Daily Sabah mengatakan polisi mencatat kasus itu sebagai “kematian yang mencurigakan” dan sedang menyelidiki kasus itu.

“Pasangan itu tiba di Turki dari Serbia pada 12 September dan menghabiskan sembilan hari di Samsun,” kata istrinya kepada penyelidik, kata televisi NTV.

“VItchek mengalami kelumpuhan di satu kaki dan diabetes dan meminum dua jenis obat,” menurut NTV.

Sebagai seorang jurnalis dan pembuat dokumenter, VItchek sempat membuat karya-karya mengenai konflik.

Baca juga:  Hamas Tawarkan Mediasi untuk Akhiri Konflik Yaman

Di Indonesia, dia membuat dokumenter mengenai G30S/PKI yang berjudul ‘Terlena: Breaking of Nation’ pada 2004. Film dokumenter itu dia produseri dan sutradarai sendiri.

Selain itu dia juga meliput di wilayah perang seperti Irak, Sri Lanka, Bosnia, Rwanda, dan Suriah.

Vltchek menulis banyak buku, termasuk On Western Terrorism: From Hiroshima to Drone Warfare dengan ahli bahasa dan sarjana Noam Chomsky. Ia juga pernah menjadi kolumnis untuk China Daily Asia Weekly, China Daily Hong Kong dan China Daily edisi global.

Baca juga:  Peringatan Keras Putin: Siap Gunakan Senjata Nuklir Jika Kaliningrad Diserang

 

Editor: Why

Berita Terbaru

Pemko Padangsidimpuan Pasang Sistem Deteksi Dini Banjir di Angkola Julu

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan — Pemerintah Kota Padangsidimpuan mulai memetakan titik...

Jejak Sanusi Pane Diperjuangkan, Bupati Gus Irawan: Tokoh Bahasa dari Tapanuli Harus Dikenal Generasi Muda

SUMUTNEWS.CO, Medan — Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus...

Penangkapan Massal di Tepi Barat: 95 Warga Palestina Ditahan, Ratusan Rumah Digerebek

SUMUTNEWS.CO, Ramallah — Pasukan pendudukan Israel melakukan gelombang penangkapan...

Bersatu Lawan Narkoba, JMSI Tabagsel: Jangan Ada Kompromi untuk Bandar

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan - Upaya pemberantasan peredaran narkotika di wilayah Kota...

PERTAMBANGAN DAN MASA DEPAN LINGKUNGAN

Penulis: Wan Andrian Pratama (Mahasiswa Kehutanan)   Pengantar Rencana pelaksanaan kegiatan perusahaan...

Berita Terkait