DPRD Minta RS di Medan Tak Tolak Pasien BPJS

SUMUTNEWS.CO, MEDAN – Anggota Komisi II DPRD Kota Medan Johannes H Hutagalung meminta di Medan tak menolak pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), baik itu peserta BPJS mandiri maupun pengguna program Universal Health Coverage (UHC). Selain itu, dirinya juga meminta seluruh rumah sakit di Kota Medan dapat menambah kuota ruang rawat inap.

Sebab, saat ini jumlah pasien penerima manfaat pelayanan kesehatan meningkat. Terkait usulan revisi Perda Nomor 4 tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan, politisi PDI Perjuangan itu, mengatakan di latarbelakangi banyaknya anggota DPRD Kota Medan menerima keluhan masyarakat terkait buruknya pelayanan rumah sakit terhadap warga Kota Medan pasien BPJS dan pengguna program Universal Health Coverage (UHC).

Bacaan Lainnya

“Kita (anggota DPRD) kerap menerima keluhan penolakan pasien dengan alasan kamar penuh, sehinga pasien menunggu berjam-jam di IGD. Pemulangan pasien sebelum sembuh. Rumah sakit terkesan lamban menangani pasien, karena kelengkapan administrasi. Harusnya, pasien cepat ditangani tanpa menunggu kelengkapan administrasi,” katanya di Medan, Senin (9/2/2026).

Kemudian, kata Johannes, lambatnya balasan hasil konfirmasi lewat PANDAWA (Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp) atau Chatbot (sistem otomatis menangani registrasi pilih dokter dan verifikasi), sehingga hasil konfirmasi pelayanan terhadap pasien tertunda. Hal itu berakibat fatal hingga pasien meninggal.

“Belum lagi alasan terganggunya jaringan. Akibatnya, pasien terkatung- katung. Sistem ini harus dirubah. Kalau harus konfirmasi, dapat by phone saja, karena langsung komunikasi dua arah dan mendapat jawaban. Kita curiga, bisa saja konfirmasi itu akal-akalan,” ungkapnya.

Selain itu, sebut Johannes, seringnya obat kosong atau tidak tersedia, sehingga pasien disuruh mencari sendiri. “Bahkan, ada aduan warga merasa “diarahkan” menjadi pasien umum atau berbayar dan diminta deposit dengan alasan menunggu approval. Ada juga dugaan pungutan tidak resmi oleh sebagian oknum untuk urusan kamar,” katanya. (SN01)

Komentar

Pos terkait