Medan, SUMUTNEWS.CO — Sering merasa kurang puas setelah makan berat jika belum menyantap sesuatu yang manis? Hati-hati, hal itu bukan sekadar kebiasaan ngemil biasa, melainkan bisa menjadi tanda kuat bahwa tubuh Anda mulai mengalami kecanduan gula.
Spesialis Gizi Klinik, dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa kebiasaan terus-menerus menginginkan makanan atau minuman manis merupakan sinyal tubuh yang mulai terbiasa dengan asupan gula berlebih.
“Salah satu tandanya adalah setelah makan utama, selalu merasa ada yang kurang jika belum makan manis. Jika tidak dipenuhi, suasana hati pun ikut memburuk seharian. Itu sudah menjadi tanda kebiasaan gula yang berlebih,” ungkap dr. Yaze.
Meski demikian, dr. Yaze menegaskan bahwa memotong asupan gula secara mendadak bukanlah langkah yang bijak. Berhenti konsumsi gula secara tiba-tiba justru dapat memicu perubahan suasana hati, gelisah, hingga rasa cemas berlebih karena sistem tubuh kaget beradaptasi.
Kurangi Bertahap, Itu Kuncinya
Sebagai solusi, dr. Yaze menyarankan pengurangan kadar gula secara bertahap setiap harinya agar tubuh dapat beradaptasi secara alami.
“Kurangi tingkat kemanisannya sedikit demi sedikit setiap hari. Tubuh sebenarnya memiliki kemampuan beradaptasi yang sangat baik. Jika kita terbiasa diberi gula berlebih, lalu dikurangi pelan-pelan, tubuh akan mulai menyadari bahwa kebutuhan gulanya ternyata tidak setinggi itu,” jelasnya.
Dengan pengurangan bertahap, ambang batas rasa puas akibat gula di otak pun perlahan menurun. Lama-kelamaan, tubuh kembali terbiasa dengan kadar gula yang wajar dan sehat tanpa menimbulkan efek samping berupa gangguan suasana hati.
“Jadi, jangan berhenti mendadak. Kurangi pelan-pelan saja sampai tubuh terbiasa. Semangat bagi Anda yang sedang berupaya mengurangi konsumsi gula!” tambah dr. Yaze. (*)





