SUMUTNEWS.CO, Padang Lawas Utara – Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) terus digenjot untuk memperkuat konektivitas sekaligus membuka akses ekonomi masyarakat.
Sejumlah proyek jembatan dan jalan kini masuk dalam daftar prioritas, menjadi harapan baru warga yang selama ini terkendala akses terbatas.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Sampuran dengan Desa Naboggal dan Desa Hajoran.
Pada 8 September 2026, prajurit TNI bersama warga telah melaksanakan pembersihan lokasi sebagai tahap awal pekerjaan, dengan progres tercatat sekitar 0,95 persen.
Jembatan ini diharapkan memperlancar mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian dan perkebunan.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengalokasikan anggaran sekitar Rp230 miliar untuk perbaikan dan pembangunan tiga ruas jalan strategis di kawasan Sipiongot, di antaranya:
- Hutaimbaru–Sipiongot: 11 kilometer
- Sipiongot–Labuhanbatu: 16 kilometer
- Sipiongot–Batas Tapanuli Selatan (Tolang): 12 kilometer
Pembangunan ketiga ruas tersebut dinilai sangat penting untuk memperkuat keterhubungan Paluta dengan daerah tetangga dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Paluta melalui perubahan KUA-PPAS 2026 menegaskan program “Jalan Mulus, Rumah Layak, dan Irigasi Mengalir” sebagai prioritas utama.
Pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa menjadi fokus, mengingat kondisi jalan dan jembatan sangat menentukan kelancaran distribusi hasil bumi warga, khususnya petani.
Masyarakat berharap seluruh pembangunan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi memiliki kualitas yang tahan lama.
Pengawasan ketat dari pemerintah daerah maupun provinsi diharapkan terus berjalan agar setiap infrastruktur yang dibangun benar-benar memberi manfaat nyata dan berkelanjutan bagi warga Paluta. (SN12)

