SUMUTNEWS.CO, Medan – Hati para petani Palestina hancur. Jelang musim panen buah zaitun yang dijadwalkan dimulai awal Oktober mendatang, buldoser militer Israel secara tiba-tiba meratakan sekitar 31.000 meter persegi lahan pertanian di Desa Deir Nizam, dekat Ramallah.
Akibat tindakan tersebut, lebih dari 400 pohon zaitun yang siap berbuah dirubuhkan.
Apa yang seharusnya menjadi musim sukacita dan kebersamaan warga, berubah menjadi musim duka.
Abd Alfattah Tamimi, salah satu pemilik kebun, menyaksikan sendiri buldoser militer meratakan pepohonannya.
“Mereka mematahkan batang pohon lalu mencabut akarnya dari tanah,” ujarnya melansir Reuters, Rabu (30/9/2026).
Nather Tamimi, warga lain yang juga kehilangan pohon zaitunnya, menyebut kerugian ini terasa berlipat ganda karena terjadi tepat sebelum panen.
“Ini bukan sekadar pohon yang hilang, tapi sumber kehidupan kami yang dirampas di saat-saat terakhir,” katanya.
Zaitun merupakan tulang punggung pertanian Palestina, menyumbang sekitar 8% PDB dan menopang lebih dari 60.000 lapangan kerja.
Aktivis memperingatkan hasil panen tahun ini diprediksi sangat menurun, di tengah lonjakan serangan pemukim dan operasi militer yang menargetkan aset pertanian di seluruh Tepi Barat yang diduduki. (SN/Re)