SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan — Pelatihan Da’i dan Da’iyah Kota Padangsidimpuan Tahun 2026 resmi berakhir. Kegiatan yang digelar Komisi Dakwah MUI Kota Padangsidimpuan selama dua hari, 3–4 Oktober 2026, bertempat di Aula Kantor MUI Padangsidimpuan, mengangkat tema “Optimalisasi Media Digital sebagai Sarana Syiar Islam di Masa Kini”.
Pelatihan ini diikuti siswa utusan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) serta santri pondok pesantren se-Kota Padangsidimpuan.
Dalam penutupan, Ketua MUI Kota Padangsidimpuan, Ustadz Drs. H. Zulfan Efendi Hasibuan, MA, memberikan pembekalan kepada para peserta. Ia menekankan pentingnya niat yang tulus dalam berdakwah.
“Dakwah bukan hanya bagaimana seseorang mampu berbicara di depan jamaah, tetapi bagaimana pesan yang disampaikan dapat dipahami, menyentuh hati, dan mendorong perubahan perilaku umat. Jangan jadikan materi atau uang sebagai ukuran utama,” ujarnya.
Ketua Komisi Dakwah MUI Kota Padangsidimpuan, Drs. H. Syahid Muammar Pulungan, SH, juga menyampaikan materi mengenai pentingnya memahami sasaran dakwah, mulai dari usia tingkat pendidikan, hingga karakter masyarakat yang disapa.
Pada hari kedua, peserta mengikuti uji kemampuan berdakwah di podium dengan materi seputar media sosial, kepemimpinan, dan perilaku umat.
Meski semangat sudah terlihat, kemampuan peserta dinilai masih perlu terus diperkuat, terutama ketangkasan berbicara, pendalaman materi, serta kesiapan mental.
Sertifikat pelatihan diserahkan secara simbolis kepada para peserta. MUI Padangsidimpuan berharap bekal yang diperoleh tidak sekadar menjadi kenangan, tetapi menjadi langkah awal bagi generasi muda untuk berdakwah secara santun, berilmu, dan adaptif memanfaatkan teknologi digital. (SN12)