SUMUTNEWS.CO, MEDAN – Wali Kota Medan Rico Waas akan ditabalkan marga Ginting pada awal November mendatang. Rico pun berjanji akan mempromosikan budaya Karo lebih luas agar dikenal banyak orang.
Awalnya Rico bangga dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Karo. Namun, ia menyadari penabalan marga juga membawa tanggung jawab yang tidak ringan.
“Ini bukan hanya soal penabalan marga. Ada tanggung jawab khusus setelah saya ditabalkan, bagaimana saya memberikan perhatian terhadap pemberdayaan masyarakat Karo dan ikut mempromosikan kebudayaan Karo ke kancah nasional,” kata Rico saat menerima Panitia Mburo Tedeh Ate sekaligus Penabalan Marga Wali Kota Medan di Balai Kota, Senin (6/10/2026)
Ia menegaskan, tanggung jawab tersebut tidak cukup hanya dengan menggunakan marga. Ia ingin memahami lebih jauh budaya yang menyertainya, mulai dari sejarah, bahasa, adat istiadat, musik tradisional hingga berbagai tradisi Karo yang diwariskan secara turun-temurun.
Baginya, memahami budaya menjadi bagian penting agar kekayaan tersebut tidak hanya dikenal oleh masyarakat Karo, tetapi juga dapat dijelaskan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas.
“Saya ingin bukan hanya melihat, tetapi juga memahami. Karena bahasa dan budayanya berbeda, kita harus bisa menjelaskan mengenai suku Karo. Itu menjadi bagian dari tanggung jawab saya,” ungkapnya.
Selain memperkenalkan budaya, Rico Waas berharap penabalan marga semakin mempererat hubungan kekerabatan antara dirinya dengan keluarga besar masyarakat Karo. Ia ingin marga yang diberikan tidak berhenti sebagai identitas, tetapi menjadi jembatan untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat Karo di Kota Medan.
Ketua Panitia Mburo Ate Tedeh sekaligus Penabalan Marga Wali Kota Medan Muhammad Edison Ginting mengatakan, acara tersebut akan dikemas sebagai prosesi adat yang khidmat dan dekat dengan keluarga besar masyarakat Karo. Selain prosesi penabalan, rangkaian kegiatan juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan beragam kekayaan budaya Karo kepada masyarakat.
Dikatakan Ginting, berbagai unsur budaya akan ditampilkan, mulai dari penggunaan alat musik tradisional Karo hingga prosesi adat. Rangkaian kegiatan juga akan diisi tradisi adu pengantin yang melibatkan tarian dan nyanyian serta manuk sangka atau makan nasi bersama.
“Kita akan menabalkan marga Wali Kota menjadi Ginting Suka bere-bere Tarigan, sedangkan Ketua TP PKK Kota Medan menjadi Beru Sembiring Pelawi,” jelas Ginting. (SN01)