SumutNews.co, Jakarta — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban, baik meninggal dunia maupun luka-luka, dalam insiden serangan yang dilancarkan Houthi ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi.
“Sampai rilis ini dibuat, tidak ada laporan Warga Negara Indonesia yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Informasi mengenai kemungkinan Warga Negara Indonesia di antara korban luka masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut,” demikian bunyi pernyataan resmi KBRI Riyadh, Minggu, 11 Oktober 2026.
Menyusul insiden tersebut, pihak kedutaan menyarankan para WNI yang berencana melakukan perjalanan dari maupun menuju Arab Saudi agar proaktif mengonfirmasi status penerbangan mereka langsung kepada pihak maskapai sebelum menuju bandara.
KBRI Riyadh menegaskan akan terus memantau ketat perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi. Seluruh WNI, khususnya yang berada di wilayah Riyadh, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari area-area yang berpotensi menjadi titik rawan, serta tetap tenang.
“Warga Negara Indonesia juga diimbau untuk mematuhi arahan otoritas setempat, serta mengikuti perkembangan informasi melalui saluran resmi Pemerintah Arab Saudi dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh,” lanjut pernyataan tersebut.
Bagi WNI di Arab Saudi yang menghadapi situasi darurat dan membutuhkan bantuan mendesak, pihak perwakilan RI menyediakan layanan hotline berikut:
KBRI Riyadh: +966 569173990
KJRI Jeddah: +966 50360966
(SN17)