SumutNews.co, MEDAN — Suasana hangat tampak tersaji di ruang kerja Gubernur Sumatera Utara. Konsul Jenderal (Konjen) Jepang untuk Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Furugori Toru, menyambangi Kantor Gubernur Sumut dalam rangka audiensi sekaligus pamitan jelang berakhirnya masa tugasnya di ibu kota provinsi tersebut.
Pertemuan yang biasanya kaku antara pejabat diplomatik dan kepala daerah justru diwarnai gelak tawa. Furugori menceritakan kesan pribadinya selama satu tahun lima bulan bertugas di Medan. Di hadapan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution, Furugori melontarkan candaan ringan ihwal istrinya yang kerap terkejut melihat penampilannya yang semakin bugar.
“Istri saya selalu berkata, ‘Kamu kelihatan makin muda’. Mungkin penyebabnya karena makanan di Sumatera Utara yang sangat enak, serta suasananya yang hangat, ramah, dan terbuka,” ujar Furugori diiringi senyum.
Ia bahkan berseloroh, sang istri sempat berseloroh menaruh curiga lantaran dirinya kerap disapa menggunakan bahasa Indonesia oleh warga lokal saat berkunjung ke restoran. “Tubuh saya perlahan-lahan sudah Made in North Sumatra,” kelakarnya.
Di balik suasana cair tersebut, pertemuan ini memuat substansi serius terkait penguatan kerja sama bilateral. Furugori menyatakan kekagumannya terhadap gaya kepemimpinan Bobby Nasution yang dinilai responsif dan kerap turun langsung ke tengah masyarakat.
Ia memastikan akan menitipkan komitmen kerja sama ini kepada penerusnya agar hubungan diplomatik dan ekonomi antara Jepang dan Sumut terus terjalin erat.
“Provinsi Sumatera Utara benar-benar provinsi yang dipimpin oleh orang muda dan penuh energi, serta menyimpan potensi besar untuk masa depan. Ini semua buah dari kerja keras Pak Gubernur,” puji Furugori.
Ia memetakan tiga sektor utama kolaborasi win-win yang menjadi fokus, yakni pengembangan sumber daya manusia (SDM), isu lingkungan hidup, serta sektor pertanian dan perikanan.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sumut Bobby Nasution menyambut baik komitmen dan dukungan penuh dari pemerintah Jepang. Pemprov Sumut terus menggenjot peningkatan kualitas tenaga kerja agar mampu beradaptasi dengan standar dan kebutuhan tenaga kerja di Jepang.
Selain itu, potensi sektor kelautan dan perikanan, khususnya komoditas unggulan seperti lobster dari Kepulauan Nias, turut dibidik sebagai peluang investasi strategis yang menjanjikan di kancah internasional.
“Kita ingin memastikan kolaborasi ini memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara,” ujar Bobby.
Menutup pertemuan penuh keakraban itu, Bobby Nasution menyerahkan cendera mata sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Furugori selama bertugas di Sumatera Utara.
Meski akan kembali ke Jepang, Furugori berjanji akan terus menjadi “duta” sukarela yang mempromosikan daya tarik dan keindahan Sumut kepada masyarakat Jepang. (SN06)