Medan Dikepung Kabut Asap Karhutla, Wali Kota Rico Waas Imbau Warga Waspada

SumutNews.Co- Medan Dikepung Kabut Asap Karhutla, Wali Kota Rico Waas Imbau Warga Waspada.

Indeks kualitas udara di sejumlah titik di Kota Medan terpantau berada pada kategori sedang hingga tidak sehat akibat sebaran asap lintas wilayah. Pemerintah Kota Medan mengeluarkan instruksi siaga.

Kota Medan dalam beberapa hari terakhir diselimuti kabut asap tebal yang berasal dari sebaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah lain. Menyikapi penurunan kualitas udara yang signifikan, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas secara resmi mengeluarkan imbauan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman polusi udara.

Berdasarkan hasil pemantauan Air Quality Monitoring System (AQMS) dan stasiun pemantau lingkungan, kualitas udara di Kota Medan menunjukkan fluktuasi di zona kuning hingga rentang tidak sehat.

Baca juga:  Hari ini Presiden Indonesia dan Mesir Sepakat Dorong Perdamaian Palestina Serta Rekonstruksi Gaza

Di kawasan Pinang Baris, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat menyentuh angka 136 yang dikategorikan sebagai tidak sehat. Sementara itu, di kawasan Jalan Jenderal Besar A.H. Nasution, kualitas udara berada pada kategori sedang dengan angka 83.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Medan untuk waspada terhadap penurunan kualitas udara akibat sebaran kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah lain. Mari kita jaga kesehatan diri dan keluarga dengan langkah pencegahan dini,” ujar Wali Kota Medan Rico Waas dalam keterangan resminya.

Baca juga:  Prabowo Saksikan Penyerahan Aset Negara Rp 13,24 Triliun dan Penguasaan Kembali 259 Ribu Hektare Hutan

Pemerintah Kota Medan menyoroti bahwa partikel polutan halus seperti PM2.5 memiliki ukuran yang sangat mikroskopis dan mampu menembus jauh ke dalam saluran pernapasan manusia. Paparan jangka panjang terhadap partikel ini berisiko memicu gangguan kesehatan serius, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan seperti asma dan bronkitis.

Selain langkah preventif bagi masyarakat, Pemko Medan terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan serta instansi terkait untuk memantau pergerakan arah angin dan sebaran titik panas (hotspot).

Baca juga:  8 Tersangka Kasus Jalan Sumut Masih Misteri, Belum Ada Nama dari Tabagsel

Pemantauan ini krusial untuk memberikan peringatan dini secara berkala kepada publik melalui berbagai kanal informasi resmi.

Pemerintah berharap kesadaran kolektif warga dalam menerapkan protokol kesehatan sederhana ini dapat menekan risiko gangguan kesehatan di tengah tantangan kualitas udara yang kurang bersahabat. Kolaborasi lintas sektor juga terus digalang guna mengantisipasi potensi eskalasi dampak kabut asap di wilayah Sumatera Utara. (SN08)

Berita Terbaru

Cegah ISPA Dampak Kabut Asap, Lapas Padangsidimpuan Bagikan 1.000 Masker ke Warga Binaan

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan — Dalam upaya mencegah penyebaran Infeksi Saluran...

Revitalisasi Sekolah Dimulai, Pemkab Madina Terus Perjuangkan Tambahan 10 Unit Gedung

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal - Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina)...

ICONNET Sapa Kembali Pelanggan yang Berhenti Berlangganan melalui Program Retensi

Sumutnews.co, Medan— PLN Icon Plus Regional Strategic Business Unit...

Siswa SD di Padangsidimpuan Meninggal Diduga Tersengat Listrik Mesin Pompa Air Sekolah

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan - Seorang siswa kelas V SD Negeri...

Semoga Lekas Pulih, Paus Leo: Gelombang Doa dan Simpati Mengalir Usai Divonis Sakit Paru

SumutNews.Co, Medan- Masa depan kepausan Paus Leo XIV mendadak...

Berita Terkait