SumutNews.co , Padang — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak Sabtu siang, (10/10/2026), memicu banjir di sejumlah kawasan permukiman.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa peristiwa ini berdampak langsung pada ratusan kepala keluarga (KK) di tiga kecamatan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menjelaskan bahwa luapan air merendam sejumlah wilayah akibat curah hujan yang tidak surut hingga Sabtu malam.
“Berdasarkan laporan sementara dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sumatera Barat, banjir meluas di tiga kecamatan,” ujar Berton dalam keterangannya, Minggu (11/10/2026).
Ketiga wilayah kecamatan yang terdampak meliputi:
– Kecamatan Kuranji (mencakup Kelurahan Kuranji)
– Kecamatan Koto Tangah (mencakup Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, dan Lubuk Minturun)
– Kecamatan Nanggalo (mencakup Kelurahan Tabiang Banda Gadang)
Hingga laporan terakhir dihimpun, diperkirakan sekitar 225 kepala keluarga terdampak oleh bencana ini. Kendati demikian, angka tersebut masih bersifat sementara dan dalam proses pemutakhiran data oleh petugas di lapangan. Tim gabungan juga masih memverifikasi potensi kerugian material maupun ada atau tidaknya korban jiwa.
Respons Cekatan Pemerintah Daerah
Menyikapi situasi darurat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang langsung menerjunkan tim untuk melakukan kaji cepat (rapid assessment) serta berkoordinasi dengan instansi lintas sektoral guna mempercepat proses evakuasi warga.
Wali Kota Padang bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), Kapolres, Ketua DPRD Kota Padang, Sekretaris Daerah, hingga kepala perangkat daerah terkait, turun langsung meninjau lokasi terdampak, salah satunya di kawasan Perumahan Cluster Luminpark.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proses evakuasi dan penanganan darurat bagi warga berjalan optimal.
Imbauan Kewaspadaan Dini
Di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, BNPB mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar aliran sungai atau kawasan rawan genangan, untuk meningkatkan kewaspadaan.
Warga diminta segera mencari tempat yang lebih aman jika kondisi air kembali menunjukkan eskalasi, serta mematuhi instruksi evakuasi dari petugas di lapangan. (SN06)