SUMUTNEWS.CO, Moskow – Pada Hari Kemarin, Jumat (2/10/2026), Presiden Rusia Vladimir Putin meninjau langsung tahap akhir latihan militer berskala besar di lapangan tembak Chebarkulsky, wilayah Chelyabinsk, Pegunungan Ural.
Latihan bersandi “Center-2026” tersebut mengerahkan sedikitnya 47.000 prajurit dari Rusia, Tiongkok, serta sejumlah negara sekutu.
Latihan gabungan ini diselenggarakan secara terintegrasi dengan manuver “Interaction-2026” milik Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO).
Putin menjelaskan bahwa puluhan ribu prajurit tersebut disiapkan untuk menguji skenario penangkalan serangan musuh yang tersebar di 11 lokasi lapangan tembak serta kawasan Laut Kaspia.
Pada fase puncak di Chebarkulsky, sekitar 6.000 personel militer memperagakan aksi manuver tempur di lapangan.
Agenda ini disaksikan secara langsung oleh delegasi pengamat dari 55 negara. Selain pasukan dari Rusia dan Tiongkok, kontingen militer yang terlibat meliputi personel dari Belarusia, Kirgistan, Tajikistan, Mongolia, hingga Pakistan.
Di lokasi latihan, Putin turut menginspeksi beragam alutsista modern. Salah satu persenjataan yang diperiksa secara cermat yakni drone bertenaga jet Geran varian terbaru, jenis pesawat nirawak yang kini aktif dikerahkan dalam operasi militer di Ukraina.
Latihan militer berintensitas tinggi ini berlangsung di tengah peningkatan ketegangan dengan Barat. Sehari sebelum peninjauan tersebut, pemerintah Rusia menyampaikan peringatan terbuka kepada NATO bahwa Moskow tidak akan ragu menggunakan senjata nuklir untuk mempertahankan eksklave Kaliningrad jika akses menuju wilayah tersebut diblokade oleh anggota aliansi Barat. (SN17)