SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal — Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus berkomitmen memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat hingga ke pelosok desa. Memasuki Oktober 2026, peningkatan difokuskan pada perluasan fungsi Posyandu serta jangkauan Pelayanan Kesehatan Bergerak bagi warga di wilayah terjauh.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madina, drg. Muhammad Firdausi Batubara, M.K.M., menyampaikan bahwa transformasi Posyandu kini semakin meluas, tidak hanya berfokus pada pelayanan ibu dan anak, tetapi telah diarahkan untuk mendukung enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Langkah ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan dasar warga lebih dekat ke rumah.
Sementara itu, Dinas Kesehatan juga rutin menggelar Pelayanan Kesehatan Bergerak, salah satunya di wilayah kerja Puskesmas Sikara-kara, guna menjangkau masyarakat yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan tetap.
Meski demikian, pemenuhan standar sumber daya manusia kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Data Kementerian Kesehatan tahun 2026 menunjukkan baru sekitar 34 persen puskesmas di Madina yang memenuhi standar SDM kesehatan.
Keterbatasan ini tentunya berdampak pada optimalisasi layanan, terutama di wilayah terpencil.
Penanganan stunting juga tetap menjadi prioritas utama. Pemkab menegaskan peran krusial bidan dalam pendampingan ibu hamil dan pemantauan gizi balita sebagai kunci penurunan angka tengkes di daerah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih memanfaatkan fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas dan Posyandu untuk pemeriksaan rutin. Jangan menunggu hingga kondisi memburuk baru mencari pengobatan,” pesan Firdaus Batubara. (SN12)