Sekjen PBB Kunjungi Indonesia, Beri Penghormatan Khusus untuk Prajurit TNI yang Gugur Sepanjang Sejarah

SUMUTNEWS.CO,  Jakarta — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres memulai kunjungan resminya ke Indonesia pada Sabtu (17/10/2026).

Kunjungan diplomasi tiga hari ini berfokus pada penguatan kerja sama sistem multilateralisme serta memberikan apresiasi dan penghormatan langsung terhadap dedikasi pasukan pemelihara perdamaian Indonesia di berbagai belahan dunia.

Indonesia secara konsisten menempati peringkat 10 besar negara penyumbang pasukan pemelihara perdamaian (Troop Contributing Country) PBB terbesar di dunia. Melalui Kontingen Garuda (Konga), ribuan prajurit TNI (AD, AL, AU) dan Polri diterjunkan ke pelbagai zona konflik yang berisiko tinggi.

Dalam pernyatannya saat tiba di Jakarta, Sekjen PBB António Guterres menyampaikan rasa hormat mendalam atas kontribusi keberanian para prajurit Indonesia.

“Indonesia adalah pilar utama pemeliharaan perdamaian PBB. Dedikasi, keberanian, dan profesionalisme para prajurit Indonesia yang bertugas di medan-medan tersulit di dunia telah menyelamatkan ribuan nyawa dan memberi harapan bagi masyarakat yang terdampak konflik. Penghormatan setinggi-tingginya kami haturkan kepada mereka yang telah memberikan pengorbanan tertinggi demi panji perdamaian dunia,” ujar António Guterres.

Selama kunjungannya, Guterres dijadwalkan mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI untuk bertemu dengan personel yang siap diberangkatkan ke Republik Afrika Tengah (MINUSCA), sekaligus memberikan penghormatan bagi prajurit penjaga perdamaian Indonesia yang gugur saat bertugas.

Baca juga:  Hadapi Karhutla Kalteng: Operasi Darat, Udara, dan Pemindahan Armada
Sejarah Kontingen Garuda dan Medali Dag Hammarskjöld

Kiprah Indonesia dalam misi internasional dimulai sejak 8 Januari 1957 melalui pengiriman Kontingen Garuda I ke Mesir dalam United Nations Emergency Force (UNEF) merespons Krisis Terusan Suez.

Sejak saat itu, bendera Merah Putih terus berkibar di pelbagai zona konflik mulai dari Kongo, Bosnia-Herzegovina, Sudan, hingga Lebanon.

Namun, mengawal perdamaian di zona rawan konflik menuntut pengorbanan tertinggi (ultimate sacrifice). Atas dedikasi para prajurit yang gugur di medan bakti internasional, PBB menganugerahkan Dag Hammarskjöld Medal, penghargaan internasional yang dinamai dari Sekretaris Jenderal PBB kedua yang gugur saat tugas perdamaian di Afrika pada 1961.

Daftar Prajurit TNI yang Gugur dalam Misi Perdamaian PBB

Berikut daftar prajurit TNI yang gugur dalam menjalankan tugas misi pemeliharaan perdamaian PBB berdasarkan kawasannya:

Misi UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) – Lebanon

  • Kapten Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar (TNI AD): Gugur akibat serangan ledakan pada konvoi logistik UNIFIL.
  • Sersan Satu (Sertu) Anumerta Muhammad Nur Ichwan (TNI AD): Gugur dalam insiden ledakan di wilayah Bani Hayyan.
  • Prajurit Kepala (Praka) Anumerta Farizal Rhomadhon (TNI AD / Yonif 113/JS): Gugur akibat serangan artileri di sekitar Desa Adchit Al Qusayr.
  • Prajurit Kepala (Praka) Anumerta Rico Pramudia (TNI AD): Gugur di RS Beirut akibat luka kritis dari hantaman proyektil tank di pos PBB.
  • Letnan Kolonel (Letkol) Anumerta Slamet Subiyanto (TNI AD): Gugur dalam kecelakaan helikopter dinas PBB saat bertugas melakukan pemantauan.
Baca juga:  Dirut PLN Dicopot, Suroso Isnandar Resmi Gantikan Darmawan Prasodjo

Misi MONUSCO / MONUC – Republik Demokratik Kongo

  • Mayor Infanteri Anumerta Syamnur (TNI AD): Gugur karena sakit saat bertugas sebagai pengamat militer (Military Observer).
  • Sersan Mayor (Serma) Anumerta Syarifuddin (TNI AD): Gugur setelah pos posisinya diserang kelompok milisi bersenjata di Kongo Timur.
  • Sersan Mayor (Serma) Anumerta Rama Wahyudi (TNI AD): Gugur akibat serangan kelompok milisi bersenjata Allied Democratic Forces (ADF) saat patroli dan pembangunan infrastruktur di Beni, Kongo Timur.
  • Kopral Dua (Kopda) Anumerta Eko Prambudi Santoso (TNI AD / Satgas Kizi): Gugur saat menjalankan tugas pemeliharaan infrastruktur vital PBB.

Misi ONUC – Kongo (Misi Historis 1960-an)

  • Letnan Kolonel (Letkol) Anumerta Gustav Adolf Manullang (TNI AD): Gugur akibat penyergapan oleh kelompok milisi lokal saat memimpin Kontingen Garuda III.
  • Kopral Dua (Kopda) Anumerta Suharto (TNI AD): Gugur dalam pertempuran saat mempertahankan pos keamanan PBB.

Misi UNPROFOR (United Nations Protection Force) – Bosnia-Herzegovina

  • Mayor Czi Anumerta Yanto (TNI AD): Gugur akibat ledakan ranjau darat saat membersihkan jalur logistik kemanusiaan di Sarajevo.
  • Sersan Kepala (Serka) Anumerta Agus (TNI AD): Gugur akibat hantaman mortir di zona demiliterisasi.
Baca juga:  Golkar Hormati Sikap Jokowi dan Kunci Prabowo Subianto sebagai Capres 2029

Misi UNAMID (United Nations African Union Mission in Darfur) – Sudan

  • Sersan Mayor (Serma) Marinir Anumerta Hendro (TNI AL): Gugur akibat sakit keras di tengah keterbatasan fasilitas medis di pedalaman Darfur.
  • Prajurit Satu (Pratu) Anumerta Bambang (TNI AU / Paskhas): Gugur akibat kecelakaan kendaraan taktis saat patroli keamanan rutin.

Pemerintah Indonesia menyambut baik apresiasi dan kunjungan kehormatan PBB ini. Menteri Luar Negeri RI menegaskan bahwa komitmen Indonesia menjaga perdamaian dunia tidak akan pernah surut.

“Kunjungan Sekjen PBB hari ini menegaskan posisi strategis Indonesia di mata dunia internasional. Setiap tetes darah dan pengorbanan para prajurit TNI di bawah bendera PBB merupakan bukti nyata amanat Pembukaan UUD 1945. Indonesia akan terus berada di garis depan untuk mendorong perdamaian abadi dan hukum internasional,” tegas Menteri Luar Negeri RI dalam keterangannya. (SN17)

Berita Terbaru

Wabup Madina Apresiasi Polisi dan BNNK Gagalkan Peredaran Narkoba, Minta Operasi Vape

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal - Wakil Bupati (Wabup) Mandailing Natal (Madina)...

Trump Bebaskan Sanksi dan Tarif Rusia Jelang Pemberlakuan Undang-Undang Baru

Sumutnews.co, Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendadak...

Sekjen PBB Antonio Guterres Mulai Kunjungan Resmi ke Indonesia, Bahas Kerja Sama Multilateral dan Misi Perdamaian

SUMUTNEWS.CO, Jakarta — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres,...

Bersejarah, Raja-Raja Luat Hadiri Paripurna HUT ke-25 Padangsidimpuan, Minta Perda Adat Segera Disahkan

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan — Momen bersejarah tercipta dalam Sidang Paripurna DPRD...

Perang Yaman Hancurkan Ratusan Situs Bersejarah, Ribuan Artefak Kuno Dijual Gelap

SumutNews.co, Sanaa — Konflik bersenjata yang terus berkecamuk di...

Berita Terkait