Sengaja Tampak Buruk atau Memang Buruk: Citra Persepsi Tentang Prabowo

Penulis : Rajidt F Malley

Pengetahuan empiris dan rasional seseorang mengejawantah dari dirinya lewat ucap-laku yang bisa diindra dan dinilai oleh orang lain. Begitu juga dengan kadar religiusitas dan spiritualitas seseorang yang sering menampilkan konsistensi pada aturan dan arah perbaikan dirinya. Itu semua adalah bagian fitrah manusia yang menarik untuk didalami, terutama yang ada pada manusia-manusia yang berada di puncak piramida kehidupan masyarakat, sebuah posisi yang lahir dari konsensus bersama dan berarsiran dengan kualitas unggulan dibanding yang lain.

Latar belakang dan maksud demonstrasi 27 Agustus agaknya bisa dipahami dengan pendekatan pengetahuan empiris, rasional, religius, dan spiritual untuk menyoroti sosok sasaran aksi dimaksud, yaitu pimpinan-pimpinan tertinggi di negeri ini, terutama Presiden Prabowo Subianto yang berkuasa hampir dua tahun.

Apa yang tampak di mata publik dan banyak diwartakan oleh aneka platform media sosial, Prabowo adalah seorang yang buruk dalam banyak hal. Ia bodoh dalam aritmetika dasar. Ia narsis dan temperamental. Ia suka membual tanpa bukti. Ia inkonsisten soal aturan. Ia boros ke luar negeri dan royal berpesta untuk kroninya. Ia nirempati terhadap korban bencana dan kezaliman. Ia pragmatis sepanjang menyangkut kelanggengan jabatannya. Ia pembebek totok pada mantan presiden pendahulunya. Ia diktator dan antikritik. Ia bebal tak mau menerima masukan. Ia tak religius dan hirau pada umat hanya terkait elektoral.

Baca juga:  Desain Kebun Kopi Agroforestri Yang Adaptif Iklim

Senarai panjang ucap-laku buruk tersebut bisa disusun dan dilekatkan pada diri Presiden dari 280-an juta rakyat Indonesia ini. Lalu, sebagian dari jumlah itu berdemonstrasi pada Rabu, 27 Agustus 2026. Demonstrasi bisa muncul karena jengkel, suntuk, geram, marah, dan putus asa pada Prabowo. Untuk itu, Prabowo harus memperbaiki ucap-lakunya atau berhenti saja sebagai presiden dan diganti oleh yang lain.

Banyaknya hal buruk itu memantik pertanyaan radikal dan signifikan: apakah memang seburuk itukah Prabowo, sehingga tak ada lagi yang bisa diharapkan darinya untuk kepentingan kebaikan bangsa dan negara ini? Atau, Prabowo sengaja tampak buruk, tetapi hanya seolah-olah buruk, agar publik atau lawan-lawan politiknya tak menyadari langkah taktisnya untuk lebih mudah membongkar dan menumpas keburukan pihak lain?

Baca juga:  Mengapa Latihan Pramuka Siaga Harus Menyenangkan, tetapi Tetap Terarah?

Mungkinkah Prabowo tak paham bahwa sumber daya alam melimpah di negara ini dikuasai hanya oleh segelintir pengusaha rakus? Mungkinkah Prabowo tak tahu bahwa korupsi sudah mendarah daging dalam tubuh birokrasi dan penguasa zalim? Mungkinkah Prabowo buta-tuli terhadap ketimpangan dan ketidakadilan yang dilakukan para penegak hukum khianat? Mungkinkah Prabowo tak hirau terhadap pengabaian, pengingkaran, penyalahgunaan, serta otak-atik undang-undang dan peraturan oleh legislator penjilat? Mungkinkah Prabowo sudah pikun dan tidak kritis mencermati laporan-laporan para pembantunya? Mungkinkah Prabowo sungguh naif dan lugu sehingga tak tahu dirinya digunjingkan sebagai penguasa tertinggi bedebah di negara ini?

Baca juga:  Restorasi Karakter Peradaban Indonesia: Menjaga Kemurnian Bangsa Melalui Rasionalisme Emansipatif dan Jangkar Etis Nusantara

Bagi warga negara awam yang berakal sehat dan berhati jernih, sangat mustahil untuk memercayai bahwa Prabowo seburuk itu. Agaknya, tinggal inilah kemustahilan yang tersisa untuk tetap berharap hal-hal baik dari Prabowo.

Dengan begitu, ketidakmustahilan yang tersisa adalah Prabowo pun sangat menyadari bahwa kebanyakan intelektual atau akademisi (kaum empiris dan rasionalis) serta kebanyakan agamawan (kaum religius dan spiritualis) sebagai benteng terakhir pencegah kebodohan dan kemungkaran, ternyata malah menjadi bagian dari keburukan-keburukan itu. Keburukan yang mewabah karena rekayasa manusia Indonesia sendiri, hingga berlakulah misteri Tuhan atas negeri yang subur dan indah ini

Berita Terbaru

Dukung Transformasi Digital Nasional, PLN Icon Plus Perkuat Implementasi New AP2T Wave 5

Sumutnews.co, Medan– PLN Icon Plus mendukung langkah transformasi digital...

Pengungkapan 1,16 Ton Ketamin di Sumut, Wali Kota Medan Apresiasi Langkah Tegas Polri

SUMUTNEWS.CO, MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra...

Serangan Israel ke Wilayah Suriah, Raja Jordania dan Menlu Suriah Bertemu Bahas Berbagai Kerjasama

SumutNews.co- Amman, Pertemuan 2 Kepala Negara Membahas persoalan Israel...

MENGEJA LUKA BERSAMA AIR MATA

Oleh: Moechtar Nasution Direktur Forum Lingkar Studi Tulila * Belakangan saya...

Pemerintah dan Korporasi Global Pontang-panting Hadapi Jutaan Serangan Siber pada Celah PHP: Situasi Kritis!

Sumutmews.co, Tokyo — Sejumlah korporasi multinasional dan lembaga pemerintah...

Berita Terkait