Situasi Yaman Memanas, Kabinet Arab Saudi Tegaskan Dukungan Penuh untuk Pemerintah Resmi

SUMUTNEWS.CO, Riyadh – Kabinet Arab Saudi yang dipimpin oleh Putera Mahkota Mohammed bin Salman menegaskan kembali dukungan penuh Kerajaan terhadap Dewan Kepemimpinan Presidensiil dan pemerintah resmi Yaman yang diakui secara internasional pada Selasa (6/10/2026).

Sikap tegas ini diambil di tengah lonjakan eskalasi militer melawan milisi Houthi. Dalam sidang kabinet di Riyadh, pemerintah Arab Saudi mengkritik keras kelompok Houthi yang disokong Iran karena lebih memilih jalur pertempuran dibanding proses perdamaian.

Kabinet menilai aksi militer Houthi kian memperdalam krisis kemanusiaan dan ekonomi Yaman, sekaligus mengancam stabilitas kawasan serta keamanan jalur pelayaran internasional di Laut Merah Selatan dan Selat Bab Al-Mandab.

Baca juga:  Spotify dan Claude Pulih dari Gangguan Layanan di AS

Eskalasi terbaru ini menjadi konflik paling tajam di Yaman sejak gencatan senjata yang difasilitasi PBB pada 2022.

Pemerintah Yaman melancarkan serangan balasan besar-besaran untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi, dengan pengerahan pasukan yang berhasil mengamankan kawasan pesisir Laut Merah di sekitar Bab Al-Mandab dan kota pelabuhan strategis Mokha.

Serangan Houthi Sasar Bandara dan Kota Suci

Merespons pergerakan pasukan pemerintah, milisi Houthi meningkatkan intensitas serangan udara ke wilayah Arab Saudi.

Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi mengonfirmasi tiga orang mengalami luka-luka akibat serangan yang menyasar Bandara Najran dan Bandara Jazan, yang juga mengakibatkan kerusakan material.

Pemerintah Riyadh turut mengidentifikasi upaya serangan Houthi yang mengincar kawasan Makkah dan Madinah, serta sejumlah fasilitas sipil dan ekonomi di pelbagai kota, termasuk Abha, Khamis Mushayt, Taif, dan Yanbu.

Baca juga:  CSR Global di Arab Saudi : Forum Dorong Penilaian Dampak Sosial yang Terukur
Aliansi Makkah Siapkan Langkah Pertahanan Kolektif

Menanggapi ancaman yang meluas, Kabinet Arab Saudi menyambut baik hasil rapat darurat Aliansi Makkah untuk Pertahanan (Makkah Alliance for Defense) yang berlangsung sehari sebelumnya, Senin, 5 Oktober 2026.

Aliansi yang beranggotakan Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye tersebut mengutuk keras serangan terhadap target sipil dan tempat suci.

Ketiga negara sepakat untuk segera mengeksekusi komitmen pertahanan bersama secara praktis, termasuk penyiapan dan pengerahan cepat pasukan militer ke wilayah Arab Saudi guna memperkuat daya tangkal dan kesiapan tempur kawasan.

Baca juga:  Data Mencekam: 30 Warga Palestina Tewas di Tepi Barat Sepanjang 2026, Angka Melampaui Tahun-Tahun Sebelumnya
Penguatan Diplomasi Regional

Di luar isu konflik Yaman, Pangeran Mohammed bin Salman mengandalkan sidang kabinet tersebut untuk menyampaikan hasil pembicaraannya dengan Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa mengenai dinamika politik kawasan dan hubungan bilateral.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuannya, Kabinet menguasakan Menteri Lingkungan Hidup Arab Saudi untuk mendiskusikan serta menandatangani nota kesepahaman kerja sama perlindungan lingkungan bersama Kementerian Lingkungan Hidup Suriah. (SN17)

Berita Terbaru

CSR Global di Arab Saudi : Forum Dorong Penilaian Dampak Sosial yang Terukur

SumutNews.co, Riyadh - Pelaksanaan Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan...

Polemik Tanah Ulayat Silali: Ratusan Warga Hajoran Desak Pengusutan Transparan

SUMUTNEWS.CO, Padang Lawas Utara — Polemik dugaan penjualan tanah...

Menhan Arab Saudi dan Italia Bahas Penguatan Kerja Sama Militer dan Stabilitas Kawasan

SUMUTNEWS.CO, Riyadh — Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid...

Prabowo Saksikan Penyerahan Aset Negara Rp 13,24 Triliun dan Penguasaan Kembali 259 Ribu Hektare Hutan

SumutNews.co, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penyerahan hasil...

Musim Panen Zaitun Berdarah, Kabinet Palestina Catat 102 Serangan Pemukim dalam Dua Minggu Terakhir

SUMUTNEWS.CO, Ramallah - Kabinet Palestina dalam sidang mingguannya di Ramallah,...

Berita Terkait