Desakan Menguat: Kasus Kematian Siswi SD di Madina Harus Diusut Secara Cepat dan Transparan

43 Kasus Kekerasan Anak Sepanjang 2026, Sorotan Besar di Balik Tragisnya Kematian Siswi di Madina

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal – Kasus kematian tak wajar seorang siswi Sekolah Dasar berinisial NB (9) di Desa Pasar Baru Malintang, Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), terus menyita perhatian publik.

Berbagai pihak mulai berdatangan menyuarakan desakan resmi agar aparat penegak hukum menangani peristiwa ini secara serius.

Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, meminta Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) memberikan atensi khusus pada kasus ini.

“Persoalan kematian anak-anak yang diduga tidak wajar harus menjadi atensi serius kita semua. Harus ditangani secara cepat, profesional, dan transparan,” ujar ADK, sapaan akrab Ahmad Doli Kurnia saat dihubungi, Senin (5/10/2026).

Baca juga:  Pasca-Kebakaran di Kelurahan Kantin, Polres Padangsidimpuan Serahkan Bantuan Sembako ke Korban

Tak hanya mendesak kepolisian, ADK juga menginstruksikan seluruh anggota Fraksi Partai Golkar di DPRD Madina untuk ikut mengawal langsung proses penanganan kasus ini di daerah.

Langkah ini sejalan dengan komitmennya dalam perlindungan anak, beberapa bulan lalu, ADK menerima penghargaan dari Komisi Perlindungan Anak atas kontribusinya terhadap penegakan hak-hak anak di Indonesia.

Fraksi Golkar Madina Siap Kawal Hingga Tuntas

Menyikapi hal tersebut, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Madina, Zubaidah Nasution, menegaskan pihaknya berkomitmen mengawal ketat proses hukum hingga tuntas.

Pihaknya terus berkoordinasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Madina serta Dinas Sosial P3A Madina untuk memantau perkembangan penanganan kasus.

Baca juga:  Pemkab Paluta Matangkan Persiapan Festival Seni Qasidah 2026, Pendaftaran Ditutup 5 Oktober

“Jika hasil penyidikan membuktikan korban tewas akibat dibunuh, pelaku wajib dijatuhi hukuman seberat-beratnya,” tegas Zubaidah.

Ia juga mengimbau masyarakat dan pengguna media sosial tidak menyebarkan spekulasi negatif sebelum ada keterangan resmi dari kepolisian.

Jenazah NB ditemukan oleh adik kandungnya pada Kamis (1/10/2026) di area belakang rumah, dalam kondisi mengenakan seragam sekolah lengkap, dengan leher terjerat jilbab pada batang pohon jeruk yang kering.

Berbagai spekulasi dan dugaan kejanggalan berkembang di masyarakat, termasuk isu dugaan perundungan yang diduga berkaitan erat dengan peristiwa tersebut.

Hingga saat ini, jasad korban masih dalam proses pemeriksaan di RS Bhayangkara Tapanuli Selatan (Tapsel) guna menunggu hasil autopsi resmi. Satreskrim Polres Madina terus melakukan penyelidikan intensif.

Baca juga:  Wabup Basri Harahap Buka Muscab III FSPTSI-KSPSI, Tekankan Pentingnya Kesejahteraan Pekerja

Catatan Mengkhawatirkan: 43 Kasus Kekerasan Anak

Sementara itu, data Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Mandailing Natal mencatat tren yang memprihatinkan.

Sepanjang Januari hingga September 2026, tercatat 43 kasus kekerasan terhadap anak terjadi di berbagai wilayah Madina.

Angka ini semakin mempertegas urgensi penanganan serius dan menyeluruh terhadap perlindungan anak di daerah tersebut. (SN11)

Berita Terbaru

Format Presidium Ditetapkan, KAHMI Medan Gelar Musda VII Lanjutan 10–11 Oktober 2026

SumutNews.co, Medan — Majelis Daerah Korps Alumni HMI (MD...

AFC Siapkan Nations League, Timnas Indonesia Wajib Tembus 18 Besar Asia demi Piala Dunia 2034

Medan, SUMUTNEWS.CO– Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dikabarkan tengah...

Peringatan HUT ke-81 TNI, Presiden Prabowo Anugerahi Bintang Mahaputra kepada Tujuh Tokoh Pimpinan Bangsa

SUMUTNEWS.CO, Jakarta — Pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81...

Dede Sunandar Pingsan Ditinju Vicky Prasetyo, Honor Pertandingan untuk Biaya Sekolah Anak

Jakarta, SUMUTNEWS.CO – Komedian Dede Sunandar menjadi sorotan setelah...

Berita Terkait