SUMUTNEWS.CO, MEDAN – Wali Kota Medan Rico Waas dan seluruh pegawai dievakuasi dari Balai Kota. Evakuasi itu dilakukan karena Balai Kota baru saja diguncang gempa.
Satu menit berjalan, saat situasi sudah dinyatakan aman dan suara sirine berakhir, petugas keamanan mengarahkan Rico Waas beserta kepala Dinas dan Camat untuk bergegas turun menggunakan tangga dengan posisi tangan tetap diatas bagian kepala serta leher kemudian berkumpul di titik kumpul.
Di tengah proses evakuasi Rico Waas setelah meyakini dirinya selamat dan aman juga ikut turut membantu mengevakuasi dengan mengangkat tandu yang berisikan pegawai yang terluka menuju tenda darurat penyelamatan. Selain itu Rico Waas juga menenangkan sebagian pegawai yang trauma dikarenakan panik akibat kejadian tersebut.
Selanjutnya proses evakuasi dan penyelamatan juga dilakukan petugas dari lantai tiga dengan menurunkan pegawai yang terjebak menggunakan tali selling atau dengan kata lain operasi penyelamatan vertikal (vertical rescue). Tak hanya itu, dengan menggunakan mobil tangga Damkarmat, petugas juga menyelamatkan pegawai yang terjebak di lantai 4 kantor walikota. Proses evakuasi dan penyelamatan juga dilakukan petugas dengan cara suspension rescue.
Beruntung, suasana ini ternyata hanya simulasi bencana yang dilakukan BPBD Kota Medan dalam rangka untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana terutama gempa bumi. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan simulasi siaga bencana gempa bumi ini dilakukan agar kita siap siaga dan mengingatkan kita bahwa bencana tidak tau kapan waktunya datang.
Dijelaskan Rico Waas, melalui simulasi ini kita semua termasuk dirinya dan Pimpinan Perangkat Daerah maupun Camat dan Lurah setidaknya harus memahami apa yang dilakukan pertama jika terjadi bencana alam. Sebab kita pahami daerah Indonesia termasuk bagian baratnya masuk dalam bagian cincin api yang kemungkinan bisa saja terjadi bencana alam gempa bumi.
“Kita ingat kembali, di tahun 2004 terjadi gempa bumi di Aceh dan 2005 terjadi juga gempa bumi di Nias yang getarannya terasa sampai di Kota Medan. Jadi melalui simulasi ini kita dapat merefresh kembali agar kita tetap siaga, apalagi di tingkat pemerintah kota harus dipahami masyarakat akan membutuhkan bantuan kita”, kata Rico Waas.
Menurut Rico Waas, simulasi seperti ini harus rutin dilakukan agar lebih memberikan pemahaman kepada kita semua terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana alam khususnya gempa bumi. Terutama di wilayah yang menjadi titik parah jika terjadi bencana, nantinya akan kita lakukan secara berkala latihan seperti ini. “Pelatihan nantinya dapat dilakukan sederhana seperti menutup kepala saat hendak keluar atau evakuasi diri jika terjadi gempa bumi. Kita akan lakukan pelatihan dengan serius dan berkala”, jelas Rico Waas. (SN01)






Komentar