SumutNews.co, New York, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa Indonesia terus menempatkan isu kemerdekaan dan krisis kemanusiaan Palestina sebagai fokus utama diplomasi politik luar negeri. Penegasan tersebut disampaikan dalam rangkaian Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat.
Menlu Sugiono dijadwalkan menyampaikan Pernyataan Nasional (National Statement) Indonesia pada Sabtu, 26 September 2026 waktu New York (atau Minggu, 27 September 2026 WIB).
Dalam serangkaian pertemuan bilateral dan multilateral di New York, Indonesia mendorong tiga fokus mendesak terkait situasi krisis di Gaza: Pelaksanaan gencatan senjata permanen dan Jaminan akses dan penyaluran bantuan kemantuan tanpa hambatan serta Percepatan proses pemulihan serta rekonstruksi wilayah Gaza.
Komitmen diplomasi Indonesia tersebut juga diwarnai aksi walk-out delegasi Indonesia bersama puluhan diplomat negara lain saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidatonya pada Jumat, 25 September 2026 waktu New York (atau Sabtu, 26 September 2026 WIB).
Para pengamat menilai aksi diplomasi aktif ini menandai pergeseran penekanan dibanding posisi Indonesia di forum PBB pada tahun sebelumnya di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sekaligus mempertegas kembali posisi pro-Palestina Indonesia di panggung internasional maupun di mata negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim.
Selain langkah di tingkat internasional, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menyalurkan bantuan kemanusiaan secara konsisten serta memberikan program pengembangan kapasitas, termasuk penyediaan beasiswa pendidikan tinggi bagi para mahasiswa Palestina. ( SN17)