SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal – Terletak 7 kilometer dari jalan utama Kecamatan Kotanopan, di balik bukit-bukit Kabupaten Mandailing Natal, Desa Patialo menyimpan kisah panjang penantian.
Selama bertahun-tahun, malam di desa ini meredupkan aktivitas 108 kepala keluarga. Anak-anak belajar di cahaya remang lampu teplok, dan pasokan energi menjadi kemewahan yang sulit dijangkau.
Kini, penantian panjang itu berakhir. Melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Desa Patialo resmi teraliri listrik PLN selama 24 jam penuh.
Asmaul Husna, putri asli Patialo yang kini menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, tak asing dengan perjuangan itu. Dulu, saat mengikuti pembelajaran daring, ia kerap kesulitan karena listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) sering padam dan jaringan internet terputus.
“Dulu kami belajar pakai lampu teplok. Setelah ada listrik dari kincir air, kami mulai bisa pakai wifi, tapi sering terputus-putus. Apalagi saat saya harus belajar lewat Zoom,” kenang Husna.
Hal yang sama dirasakan Nurlina Lubis, guru ngaji di desa tersebut. “Dulu ngaji di sini pakai lampu teplok. Kalau minyak tanah habis, anak-anak tidak bisa mengaji lagi. Mereka sedih,” ujarnya.
Kini, suasana itu berubah. M. Jamil Lubis, warga setempat, menyampaikan rasa syukurnya. “Terima kasih kepada Pemerintah. Akhirnya listrik PLN masuk ke desa kami,” katanya dengan gembira.
Bupati Mandailing Natal, Saipullah Nasution, menegaskan bahwa kehadiran listrik adalah fondasi utama pembangunan.
“Ini adalah program Bapak Presiden Prabowo Subianto, yang langsung direspons Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Dengan listrik yang stabil, masyarakat kini bisa merencanakan kegiatan ekonomi lebih baik,” ujarnya melansir ruangenergi.com, Selasa (29/9/2026).
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebut akses listrik bukan sekadar penerangan, melainkan kunci pemerataan kesejahteraan.
“Listrik membuka akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi lokal. PLN terus berkomitmen menghadirkan energi andal hingga ke pelosok negeri,” ungkapnya.
Direktur Distribusi PLN, Arsyadany Ghana Akmalaputri, menambahkan bahwa tantangan geografis bukan penghalang.
“Medan berbukit dan akses terbatas tidak menyurutkan langkah kami. Kehadiran listrik di Patialo bukan sekadar menerangi rumah, tapi menghadirkan ruang yang lebih luas untuk beraktivitas dan berkarya,” tegasnya.
Cahaya kini menyala di balik bukit Desa Patialo — bukan hanya menerangi malam, tetapi juga menerangi masa depan. (SN11)