SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal — Perseteruan antara Camat Pakantan, Armada, ST, MM, dengan Kepala Subbagian Kepegawaian di lingkungan kerjanya terus mencuat ke publik pascainsiden saat peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 pada 9 September 2026 lalu.
Video kejadian yang beredar memperlihatkan Camat terjatuh saat melakukan atraksi karate, dan kedua pihak menyampaikan versi yang berbeda atas insiden tersebut.
Camat Pakantan menyatakan merasa dipermalukan dan menegaskan insiden itu bukan sekadar kesalahpahaman biasa, bahkan berpotensi mencederai hubungan kerja antara pimpinan dan bawahan.
Sementara itu, dari Kasubbag Kepegawaian membantah adanya niat jahat, menyebutkan gerakan itu murni refleks, dan keduanya sempat berdamai usai kejadian dengan saling bersalaman dan berpelukan.
Persoalan semakin kompleks dengan munculnya dugaan pesan bernada ancaman melalui aplikasi pesan yang beredar pasca insiden, yang hingga kini belum terkonfirmasi kebenarannya.
Masyarakat dan pengamat pemerintahan mendesak Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) untuk segera turun tangan dan menangani persoalan ini secara transparan.
Diperlukan pemeriksaan rekaman video utuh, keterangan saksi, serta klarifikasi menyeluruh dari kedua pihak guna mendapatkan kebenaran yang adil.
“Pelayanan publik di Kecamatan Pakantan tidak boleh terganggu oleh konflik internal. Jika ditemukan pelanggaran disiplin, penanganannya harus sesuai aturan dan tetap memberi ruang bagi kedua pihak untuk menjelaskan posisinya,” ujar salah seorang pengamat tata kelola pemerintahan daerah.
Hingga saat ini belum ada keputusan resmi maupun sanksi yang dijatuhkan Pemkab Madina. Proses verifikasi dan pendalaman fakta masih diharapkan terus berjalan secara profesional dan tidak memihak. (SN12)