SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal — Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana.
Baru-baru ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina menggelar pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana di Kecamatan Panyabungan Timur guna mendorong desa-desa setempat menjadi Desa Tangguh Bencana (Destana).
Kepala Pelaksana BPBD Madina, Mukhsin Nasution, menyampaikan bahwa wilayah Panyabungan Timur memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana.
Sejumlah desa berada di sekitar aliran Sungai Aek Pohon, Aek Pagur, dan Singadodap, dengan kondisi geografis perbukitan yang rawan banjir, banjir bandang, maupun tanah longsor.
“Pelatihan ini melibatkan kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, hingga petugas Linmas,” terang Mukhsin, Rabu (30/9/2026).
Mukhsin menerangkan, materi difokuskan pada kemampuan mengenali risiko bencana, penentuan jalur evakuasi, titik kumpul, serta penguatan peran relawan desa. Hingga saat ini, BPBD Madina telah membentuk 16 Destana di wilayah-wilayah rawan bencana.
Di sisi lain, warga Desa Malintang Julu, Kecamatan Bukit Malintang, menyampaikan sejumlah kebutuhan pembangunan saat kegiatan reses anggota DPRD Sumatera Utara, Jumat (25/9/2026).
Prioritas warga meliputi pembangunan jalan usaha tani, peningkatan ekonomi masyarakat, dan kesejahteraan sosial. Kepala Desa Malintang Julu turut menyerahkan proposal aspirasi warga untuk ditindaklanjuti.
Dua kegiatan ini menegaskan arah pembangunan desa di Madina, yakni tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat ketahanan bencana, pelayanan dasar, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. (SN12)