SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal – Peristiwa memilukan sekaligus menyisakan tanda tanya besar mengguncang masyarakat Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Seorang siswa kelas II Sekolah Dasar ditemukan tewas dalam kondisi tergantung di sebatang pohon asam, masih mengenakan seragam sekolah.
Kematian anak tersebut dinilai penuh kejanggalan dan memicu gelombang kekhawatiran di lingkungan warga.
Merespons peristiwa tersebut, tokoh masyarakat sekaligus mantan Anggota DPRD Madina periode 2009–2014, Iskandar Hasibuan, mendesak aparat kepolisian untuk menggelar penyelidikan mendalam dan transparan guna mengungkap fakta sebenarnya di balik peristiwa ini.
“Sangat sulit dipercaya seorang anak sekelas dua SD nekat melakukan tindakan seperti itu. Masalah apa yang dipikirkannya? Apakah ada kaitannya dengan lingkungan keluarga atau justru ada indikasi persoalan lain yang belum terungkap? Polisi wajib menelusuri setiap kemungkinan secara tuntas,” ujar Iskandar saat ditemui di Panyabungan, Kamis (1/10/2026).
Ia pun membandingkan pola peristiwa ini dengan kasus serupa yang terjadi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, pada Januari 2026 silam, di mana seorang siswa SD berusia 10 tahun juga ditemukan tewas tergantung.
Kemiripan kondisi tersebut, menurutnya, semakin memperkuat dugaan adanya faktor luar yang berperan, sehingga tidak dapat disimpulkan semata-mata sebagai tindakan bunuh diri.
“Sebagai putra daerah, saya memohon kepada pihak kepolisian dan perangkat desa untuk menangani perkara ini dengan sungguh-sungguh, terbuka, dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Kebenaran harus diketahui oleh masyarakat,” tegas Iskandar, yang juga menjabat sebagai Pimpinan Umum salah satu media lokal itu.
Di tengah duka yang melingkupi warga, Iskandar tetap menyampaikan harapan tinggi terhadap kinerja penegak hukum di daerahnya.
Ia menyatakan keyakinannya bahwa Kapolres Madina beserta jajaran, khususnya Kasat Reskrim, akan mampu mengungkap seluruh fakta secara profesional dan transparan.
“Saya tetap optimis kepolisian dapat menyibak tabir kejadian ini hingga terang benderang. Keadilan bagi anak ini harus ditegakkan,” pungkasnya.
Sampai saat ini, pihak kepolisian belum merilis keterangan resmi terkait hasil pemeriksaan awal maupun kemungkinan motif di balik peristiwa tersebut. (SN11)