SUMUTNEWS.CO, Jakarta – Unggahan yang mengklaim seorang komandan tinggi atau jenderal kelompok Houthi melarikan diri dengan cara menyamar memakai pakaian wanita marak beredar di media sosial.
Informasi tersebut menjadi perbincangan hangat publik setelah potongan foto dan narasi beredar di platform X dan Facebook sejak awal Oktober 2026.
Berdasarkan penelusuran, narasi mengenai petinggi militer yang menyamar menggunakan gaun atau penutup wajah wanita tersebut tidak berasal dari laporan resmi pemerintah maupun kantor berita internasional.
Klaim serupa tercatat beberapa kali diunggah secara berkala sebagai bagian dari dinamika perang informasi dalam konflik Yaman.
Hingga saat ini, media arus utama internasional seperti Reuters, Agence France-Presse, maupun Associated Press belum merilis berita yang memverifikasi kebenaran penangkapan atau pelarian jenderal Houthi dengan modus tersebut.
Pihak otoritas militer Yaman maupun perwakilan kelompok Houthi juga tidak mengeluarkan pernyataan resmi terkait kabar yang beredar di ranah digital tersebut.
Sebagian besar sumber penyebar informasi ini berasal dari akun-akun pengamat independen di media sosial serta forum diskusi daring.
Tanpa adanya konfirmasi dari lembaga independen atau verifikasi faktual di lapangan, narasi tersebut dikategorikan sebagai klaim yang belum terverifikasi. (SN17)