Drone Laut Ukraina Serang Tanker Minyak di Lepas Pantai Sochi di Rusia, 23 ABK India Dievakuasi

SUMUTNEWS.CO, Jakarta – Sebanyak 23 anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan India berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah kapal tanker minyak berbendera Liberia yang mereka awaki dihantam serangan naval drone Ukraina pada Selasa malam (6/10/2026).

Serangan di perairan Laut Hitam dekat kota resor Sochi, Rusia, tersebut memicu kebakaran hebat di permukaan laut.

Berdasarkan rekaman visual yang beredar di media sosial pada Selasa malam, lidah api besar terlihat membakar perairan beberapa mil dari pantai Sochi, kota berpenduduk sekitar 500 ribu jiwa.

Baca juga:  Menhan Arab Saudi dan Italia Bahas Penguatan Kerja Sama Militer dan Stabilitas Kawasan

Pemerintah daerah setempat langsung mengambil langkah antisipasi dengan mengisolasi kawasan pesisir.

“Akses warga dan wisatawan ke area pantai untuk sementara dibatasi demi keselamatan,” ujar Wali Kota Sochi melalui saluran media sosial resminya.

Kementerian Transportasi Rusia mengonfirmasi bahwa kendati seluruh kru selamat pada hari yang sama, intensitas kobaran api yang membakar tumpahan minyak mentah membuat tim pemadam kebakaran mengalami kesulitan besar untuk memadamkan api.

Baca juga:  Situasi Yaman Memanas, Kabinet Arab Saudi Tegaskan Dukungan Penuh untuk Pemerintah Resmi

Kepulan asap hitam pekat pun membumbung tinggi di atas kawasan pesisir selatan Rusia.

Balasan Balasan Infrastruktur Energi

Insiden pada 6 Oktober ini menandai babak baru eskalasi konflik kedua negara di lintasan komersial Laut Hitam.

Dalam beberapa pekan terakhir, Rusia juga meningkatkan serangan ke pusat kota Kyiv pada siang hari, menyasar jembatan-jembatan strategis, serta mengincar kapal-kapal komersial pengangkut gandum Ukraina di dekat perairan anggota Uni Eropa, Romania.

Di sisi lain, pihak militer Ukraina menegaskan bahwa gempuran terhadap infrastruktur minyak dan energi Rusia merupakan tindakan balasan yang setimpal.

Baca juga:  Laporan UNICEF: Konflik Lebanon Paksa 1 dari 5 Anak Tidur Kelaparan dan Ratusan Ribu Trauma

Kyiv menilai langkah tersebut perlu diambil guna merespons serangan udara dan pemboman rutin yang dilancarkan pasukan Moskow ke pemukiman serta fasilitas sipil di Ukraina. (SN08)

Berita Terbaru

Wabup Tapsel: Integritas Pendidikan Dimulai dari Pencegahan, Bukan Sekadar Penindakan

SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel)...

Anecdotal Brake: Menyatu dalam Kandang Kuasa

Penulis: Rajidt F. Malley Dinamika politik dalam negeri mendadak terhenti...

Gibran Terbukti Tidak Punya Ijazah oleh Putusan Mahkamah Konstitusi: Curang & Bohong?

Penulis: Rajidt F. Malley Rangkaian gugatan hukum terkait syarat pendidikan...

CSR Global di Arab Saudi : Forum Dorong Penilaian Dampak Sosial yang Terukur

SumutNews.co, Riyadh - Pelaksanaan Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan...

Polemik Tanah Ulayat Silali: Ratusan Warga Hajoran Desak Pengusutan Transparan

SUMUTNEWS.CO, Padang Lawas Utara — Polemik dugaan penjualan tanah...

Berita Terkait