Progres Huntap Tak Merata, Gus Irawan: Masalah Lahan dan Koordinasi Harus Segera Diatasi

SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan — Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu menegaskan, pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana tidak boleh terhambat oleh persoalan administrasi dan koordinasi antarinstansi.

Desakan itu disampaikannya dalam Rapat Monitoring dan Evaluasi Progres Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Jumat (9/10/2026).

Gus Irawan menyoroti belum sinkronnya prosedur pemanfaatan lahan, termasuk kendala pengalihan aset Barang Milik Negara (BMN). Di satu sisi prosedur harus dipenuhi, namun di sisi lain warga membutuhkan tempat tinggal segera.

“Jangan sampai persoalan administrasi dan koordinasi membuat pembangunan di lapangan terhambat. Masyarakat membutuhkan rumah, sedangkan kita juga dibatasi waktu dan anggaran tahun berjalan,” tegasnya.

Baca juga:  Refleksi Hari Kesaktian Pancasila, Wakapolres Tapsel: Jadikan Pancasila Pedoman dalam Setiap Sikap

Ia meminta kendala yang tidak dapat diselesaikan di tingkat daerah segera dilaporkan ke pemerintah pusat agar mendapat keputusan politik yang mempercepat penyelesaiannya.

Gus Irawan juga menyoroti ketimpangan progres pembangunan. Pembangunan yang didukung Yayasan Buddha Tzu Chi sudah rampung dan ditempati warga, sementara paket yang dikoordinasikan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman masih menghadapi kendala percepatan.

“Ini bukan menyalahkan, tapi kita harus belajar dari yang sudah berjalan baik. Kolaborasi perlu diperkuat agar semua bergerak selaras,” ujarnya.

Baca juga:  Wabup Tapsel: Integritas Pendidikan Dimulai dari Pencegahan, Bukan Sekadar Penindakan

Apresiasi juga disampaikan kepada Baznas dan mitra lain yang turut membantu penyediaan hunian.

Dana Tunggu Hunian (DTH) telah dibayarkan pada Februari 2026, namun warga kini kembali mempertanyakan kepastian hunian mereka.

“Masyarakat bertanya lagi, kapan rumahnya selesai dan bagaimana kepastian mereka selanjutnya. Ini harus dijelaskan dengan terang agar masyarakat tidak terus menunggu tanpa kepastian,” ungkap Gus Irawan.

Ia menuntut kejelasan data: berapa anggaran dialokasikan, progres fisik, penanggung jawab, dan kendala di setiap lokasi. Ukuran keberhasilan bukan di berapa banyak rumah direncanakan, tetapi berapa keluarga yang benar-benar sudah menempatinya.

Baca juga:  Sepanjang September, Satreskrim Polres Tapsel Ungkap 5 Kasus, 7 Tersangka Langsung Diproses Hukum

Selain huntap, pemulihan ekonomi masyarakat juga harus berjalan beriringan, rumah layak harus disertai akses mata pencaharian agar warga benar-benar bangkit kembali.

Wakil Gubernur Sumut H. Surya menegaskan tiga hal penting, yakni kepastian lahan, kualitas bangunan lengkap infrastruktur dasar, serta akurasi data penerima manfaat. Rumah yang diserahkan harus layak huni, dilengkapi akses jalan, air bersih, sanitasi, listrik, dan fasilitas pendukung lainnya. (SN12)

Berita Terbaru

Golkar Hormati Sikap Jokowi dan Kunci Prabowo Subianto sebagai Capres 2029

SUMUTNEWS.CO, Jakarta – Partai Golkar merespons perubahan konsistensi sikap...

8 Tersangka Kasus Jalan Sumut Masih Misteri, Belum Ada Nama dari Tabagsel

SUMUTNEWS.CO, Jakarta - KPK telah menetapkan delapan orang sebagai...

Musim Panen yang Penuh Ancaman, Dari Utara hingga Selatan Tepi Barat, Petani Zaitun Terus Diserang

SUMUTNEWS.CO, Ramallah - Kelompok pemukim ilegal Israel menyerang warga Palestina...

Wabup Tapsel: Pemulihan Pascabencana Harus Berorientasi pada Hak Anak

SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan - Wakil Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H....

Air Sungai Batang Natal Keruh Berkepanjangan, Warga Tuduh Tambang Emas Ilegal, Pemerintah Diminta Turun Tangan

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal — Kondisi air Sungai Batang Natal di...

Berita Terkait