SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan — Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, S.E., Ak., M.M., C.A., secara resmi meresmikan Galeri Investasi Pasar Modal sekaligus membuka rangkaian kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Aula Sarasi, Kantor Bupati Tapanuli Selatan, Senin (26/10/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan berkolaborasi dengan OJK, Bursa Efek Indonesia, Bank Indonesia, serta perbankan dan pelaku industri jasa keuangan.
Dalam arahannya, Bupati Gus Irawan menekankan pentingnya kehati-hatian masyarakat dalam memilih investasi.
“Dalam berinvestasi, saya selalu menekankan dua hal: logis dan legal. Jika ada yang menawarkan keuntungan terlalu tinggi dan tidak masuk akal, masyarakat harus waspada. Pastikan lembaga dan produk investasinya resmi serta berizin,” tegasnya.
Ia berharap Galeri Investasi yang kini hadir di Pemkab Tapsel tidak sekadar simbol peresmian, tetapi benar-benar menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat, pelajar, mahasiswa, ASN, dan pelaku usaha untuk mengenal pasar modal secara benar.
Selain edukasi investasi, Bupati menegaskan perluasan akses keuangan harus berdampak nyata pada sektor produktif.
Mengingat lebih dari 70 persen masyarakat Tapsel bergantung pada pertanian, Pemkab terus menjembatani petani mengakses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Sumut, termasuk fasilitas bunga nol persen di tahun pertama bagi petani pascabencana.
“Petani yang sebelumnya mungkin belum pernah mengakses perbankan, kini kita jembatani melalui penyuluh pertanian. PT Tapanuli Selatan Membangun juga berperan menjamin penyerapan hasil panen jagung petani binaan,” jelas Gus Irawan.
Secara simbolis, KUR telah disalurkan kepada Kelompok Tani Cinta Damai (Rp50 juta), Kelompok Tani Suka Bersama (Rp84,5 juta), serta sejumlah pelaku usaha ritel dan kelompok lainnya.
Kepala Perwakilan BEI Sumatera Utara, Muhammad Pintor Nasution, menyambut baik hadirnya galeri investasi tersebut yang merupakan yang ketiga di lingkungan pemerintah kabupaten/kota se-Sumatera Utara.
“Pasar modal bukan milik kelompok tertentu saja. Siapa pun bisa belajar dan berinvestasi, asalkan memahami mekanisme, risiko, dan ketentuannya. Masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi resmi IDX Mobile untuk memantau informasi dan belajar berinvestasi,” ujar Pintor.
Penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemkab Tapsel, BEI, dan PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia juga dilakukan untuk menjamin keberlanjutan layanan edukasi pasar modal di wilayah ini. (SN11)