SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) bersama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana meninjau langsung perbaikan Jalan Lintas Sipirok–Tarutung yang amblas akibat longsor di Dusun Aek Sulum, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok, Rabu (21/10/2026).
Peninjauan itu menekan percepatan penanganan agar ruas jalan nasional tersebut aman dilalui saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu diwakili Sekretaris Daerah H. Sofyan Adil Siregar. Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 14.10 WIB dan disambut perwakilan PT Adhi Karya selaku pelaksana perbaikan.
Tim Satgas PRR yang turun ke lapangan antara lain Brigjen TNI Fadjar Tjahjono serta Gunadi Antariksa dan Dermawan Atlan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Mereka memeriksa kondisi badan jalan dan membahas langkah teknis untuk mempercepat pekerjaan.
Ruas jalan itu amblas setelah longsor pada November 2025. Masalahnya kembali mencuat setelah beberapa hari sebelumnya sebuah mobil terperosok dan jatuh di lokasi yang sama. Jalan sempat ditutup total pada 19 Oktober 2026 sebelum kembali bisa dilalui dengan sistem buka-tutup jalur.
“Alhamdulillah, sudah dilihat langsung bahwa akses sudah bisa dilalui walaupun dalam kondisi buka-tutup. Mudah-mudahan ini cepat tertangani agar pada libur Natal dan Tahun Baru nanti tidak menjadi kendala,” kata Sofyan di lokasi.
Berdasarkan informasi PT Adhi Karya, penanganan akan dilakukan dengan meluruskan trase jalan. Pekerjaan itu berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas sehingga membutuhkan pengaturan rekayasa selama pengerjaan berlangsung.
“Harapan kita, pekerjaan dapat berjalan simultan dengan pengaturan akses agar jalan tetap bisa dilewati. Mudah-mudahan sebelum Nataru kondisinya sudah aman,” ujar Sofyan.
Pemkab Tapsel akan terus memantau dan berkoordinasi dengan pihak terkait bila diperlukan penanganan lanjutan.
Sofyan mengimbau pengemudi yang melintas kawasan itu meningkatkan kewaspadaan, mematuhi arahan petugas, dan bersabar mengikuti sistem buka-tutup jalur.
“Keselamatan harus menjadi prioritas bersama,” tegasnya.
Percepatan penanganan diharapkan tidak hanya mengembalikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga menjaga kelancaran mobilitas warga serta distribusi barang antardaerah menjelang peningkatan arus lalu lintas pada libur Nataru. (SN12)