Pemuda Palestina Bertaruh Nyawa Selamatkan Jurnalis Foto AS dari Amukan Pemukim Ilegal Israel

Sumutnews.co, Ramallah — Sekelompok pemuda Palestina mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan jurnalis foto The Washington Post, Heidi Levine, dari amukan pemukim ilegal Yahudi di Tepi Barat yang diduduki. Peristiwa itu terjadi pada Jumat, 16 Oktober 2026, saat Levine meliput tradisi panen zaitun warga di Desa Abu Falah, utara Ramallah.

Levine, jurnalis kawakan Amerika Serikat, menderita luka parah berupa empat retak tulang belakang, dua patah tulang rusuk, serta empat luka tusuk usai dihujani pukulan balok kayu oleh belasan pemukim bertopeng.

Rekan jurnalis asal Amerika Serikat, Jasper Nathaniel, yang berada di lokasi penyerangan, mengungkapkan bahwa nyawa Levine selamat berkat aksi cepat pemuda desa (shabab).

Menggunakan ketapel dan lemparan batu, mereka merangsek maju menahan serbuan pemukim hingga wartawan lain bisa mengevakuasi korban ke tempat aman.

“Bila para shabab tidak turun tangan melindungi Heidi, dia mungkin sudah tewas. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa para pemuda Palestina ini mempertaruhkan nyawa mereka demi menyelamatkan Heidi Levine,” tulis Nathaniel, dikutip dari laporan The Guardian via Arab News.

Baca juga:  Musim Panen Zaitun Diselimuti Kekerasan, 34 Insiden Serangan, Satu Ditembak dan Tiga Ditahan di Tepi Barat

Dirawat di Rumah Sakit Petah Tikva
Akibat luka-luka serius yang dialaminya sejak penyerangan pada Jumat, 16 Oktober 2026, Levine dilarikan untuk menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Kota Petah Tikva, Israel. Setelah menjalani observasi dan perawatan medis selama beberapa hari, ia diperbolehkan keluar dari rumah sakit pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Levine meyakini helm dan rompi pelindung pers yang dikenakannya saat penyerangan menjadi penyelamat hidupnya dari benturan fatal di kepala.

“Tanpa helm, saya mungkin sudah tewas karena pukulan keras ke kepala sangat berisiko mematikan,” kata Levine sesaat sebelum meninggalkan rumah sakit di Petah Tikva.

“Warga Palestina di sana tidak memiliki perlindungan seperti ini, dan lebih dari dua puluh orang telah tewas akibat serangan pemukim sepanjang tahun ini.” Ungkapnya.

Baca juga:  Warga Koloni Israel Serang Petani Zaitun Palestina, Tiga Kendaraan Dibakar di Turmus Ayya

Selain menganiaya, para penyerang turut merampas tas kecil berisi paspor Amerika Serikat miliknya, kartu identitas, kartu kredit, kartu memori kamera, serta dua unit lensa.

Bantah Narasi Kantor Netanyahu

Serangan berdarah tersebut menuai kecaman dari Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, yang menyebutnya sebagai “tindakan teror yang keji” dan menuntut proses peradilan tuntas.

Di lain sisi, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan narasi kontroversial di media sosial X dengan melabeli peristiwa itu sebagai “dugaan penyerangan”. Pihak Netanyahu mengeklaim rekaman video memperlihatkan terduga penyerang justru membantu membangunkan Levine dari tanah.
Klaim sepihak tersebut dibantah keras oleh Levine saat ditemui di Petah Tikva pada Rabu lalu.

“Mereka mengangkat tubuh saya semata-mata karena kesulitan merenggut barang-barang yang menempel di badan saya. Hanya itu alasannya,” tegas jurnalis yang telah meliput di kawasan tersebut selama empat dekade.

Baca juga:  Iran Tolak Serahkan Cadangan Uranium ke Luar Negeri, Iran Ajukan 7 Syarat Mutlak ke AS

Begitu tasnya terlepas, ia kembali dihempaskan ke tanah dan dipukuli.
Kepolisian Israel menahan sepuluh orang terduga pelaku penyerangan di Abu Falah serta insiden terpisah di Taybeh. Namun, pengadilan Israel telah membebaskan empat di antaranya menjadi tahanan rumah dengan dalih minim alat bukti.
Levine mengaku pesimistis para penyerang bakal diganjar hukuman setimpal. Kendati demikian, ia menegaskan tekadnya untuk segera kembali turun meliput ke Tepi Barat setelah masa pemulihannya usai. “Pekerjaan saya penting. Mereka bisa meremukkan tubuh saya dan mematahkan tulang saya, tetapi mereka tidak bisa mematahkan semangat saya,” ujarnya. (SN17)

Berita Terbaru

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padangsidimpuan Gelar Pasar Murah di Alaman Bolak

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan - Pemerintah Kota Padangsidimpuan menggelar Gerakan Pangan Murah...

Longsor Ulang di Jalan Sipirok–Tarutung, Satgas PRR Turun Langsung, Perbaikan Dikebut Jelang Nataru

SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel)...

El-Sisi Tegaskan Dukungan Militer Mesir untuk Arab Saudi Tak Termasuk Serangan ke Yaman

SumutNews.co, Kairo - Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi menegaskan...

MENJAGA SANAD, MERESPON ABAD: SELAMAT HARI SANTRI

Oleh: Moechtar Nasution Direktur Forum Lingkar Studi Tulila * Pendahuluan Ada bias...

SANG RATU ADIL: NOTONAGORO INDONESIA UNTUK DUNIA (EPS-6)

Esai Reflektif Spiritual Bersambung Episode 6: Tamasya Ke Sundaland: Pintu Gerbang...

Berita Terkait