Desak Israel Hentikan Permukiman di Tepi Barat, Tiongkok: Masalah Palestina Ketidakadilan Sejarah Terbesar

SumutNews.co, Beijing — Pemerintah Tiongkok mempertegas posisinya dalam menyuarakan isu Palestina dan menentang perluasan permukiman ilegal di wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Tiongkok menilai ketegangan yang terus berlanjut di wilayah tersebut merupakan persoalan kemanusiaan yang mendasar dan memerlukan penanganan segera dari komunitas internasional.

Desakan untuk Israel menghentikan Permukiman Paksa di Tepi Barat

Kementerian Luar Negeri Tiongkok merilis pernyataan resmi mengenai pertemuan antara Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dan Presiden Israel Isaac Herzog di Azerbaijan.

Baca juga:  Beredar Narasi Jenderal Houthi Kabur Menyamar Pakai Pakaian Wanita, Belum Ada Verifikasi Resmi dan Diduga Hoaks

Dalam pertemuan tersebut, Wang Yi secara terbuka mendesak pemerintah Israel untuk menghentikan serta membalikkan kebijakan pembentukan permukiman secara paksa di wilayah Tepi Barat. Tiongkok menggarisbawahi bahwa masalah Palestina merupakan persoalan sejarah yang tidak boleh dibiarkan tanpa penyelesaian adil.

” Masalah Palestina adalah ketidakadilan sejarah terbesar pada abad ini,” kata Wang Yi kepada Isaac Herzog, sebagaimana dikutip dari pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Sehari sebelumnya, Wang Yi juga menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Palestina Varsen Aghabekian Shahin di Baku, Azerbaijan pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Baca juga:  Menlu Arab Saudi dan Iran Bahas Eskalasi Pasca Serangan Mematikan di Bandara Internasional King Khalid serta Bandara King Fahd

Dalam kesempatan itu, Wang Yi menegaskan komitmen Beijing untuk terus menyuarakan dan membela hak-hak rakyat Palestina di berbagai forum internasional. Ia menyerukan agar isu Palestina tetap menjadi prioritas utama dunia internasional dan tidak dikesampingkan di tengah dinamika geopolitik global.

” su Palestina tidak boleh dimarjinalkan. Kami menyerukan kepada seluruh negara yang mencintai perdamaian untuk mendukung solusi dua negara,” tegas Wang Yi saat bertemu dengan Varsen Aghabekian Shahin.

Baca juga:  Pasukan Israel Serbu Ramallah dan Al-Bireh, Penembak Jitu Diterjunkan ke Kompleks Medis

Diplomasi Tiongkok di kawasan Timur Tengah, termasuk pernyataan resmi Beijing terkait penghentian permukiman ilegal di Tepi Barat dan komitmennya terhadap solusi dua negara bagi Palestina. (SN17)

Berita Terbaru

Belum Ada Perubahan, 3 Bulan Pimpin Desa Parsalakan, Kondisi Kantor Masih Tak Terawat

SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan — Tiga bulan berlalu sejak pergantian...

Di Balik Masuknya Sumut ke Nominasi Jamsostek Award 2026: Pertaruhan Fiskal dan Jaring Pengaman Pekerja Rentan

SumutNews.co, JAKARTA — Di atas kertas, pencapaian ini menjadi...

Pertahanan Udara Arab Saudi Cegat Rudal Jelajah Houthi yang Mengincar Madinah

SumutNews.co Riyadh – Pasukan Pertahanan Udara Arab Saudi berhasil...

Pelepasan Aset BUMN Hambat Huntap Tapsel, Bupati Gus Irawan: Jangan Bebani Daerah Sendiri

SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan — Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H....

Sekolah di Sumut Belajar Online Mulai Besok Imbas Asap Karhutla

SUMUTNEWS.CO, MEDAN - Sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Utara...

Berita Terkait