SUMUTNEWS.CO, SIPIROK– Kemacetan panjang dilaporkan terjadi di kawasan Aek Sulum, Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Selasa (20/10/2026). Kemacetan yang berlangsung hingga sekitar empat jam ini diduga dipicu kondisi jalan yang rusak dan amblas pascabencana November 2025, serta kendaraan yang saling menerobos tanpa mau mengalah.
Berdasarkan pantauan Sumutnews.c di lokasi, kondisi jalan yang masih dalam tahap perbaikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum tersebut kembali menjadi perhatian. Pergerakan tanah di kawasan itu disebut masih berpotensi menyebabkan badan jalan amblas secara tiba-tiba, sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Berdasarkan pantauan di lokasi, situasi semakin parah setelah dua unit truk jenis Colt Diesel dilaporkan terguling di lokasi kejadian. Kendaraan yang melintas harus melewati jalur yang sempit dan berlumpur, sementara antrean kendaraan dari kedua arah terus bertambah.
Dalam kondisi tersebut, sejumlah pengemudi terlihat berupaya menerobos jalur yang tersedia tanpa memberikan kesempatan kepada kendaraan dari arah berlawanan. Akibatnya, arus lalu lintas semakin sulit bergerak dan kemacetan pun berlangsung berkepanjangan.
Ketiadaan Petugas Lalu Lintas Dipertanyakan
Selain kondisi jalan dan perilaku pengemudi, tidak terlihatnya petugas kepolisian lalu lintas yang mengatur arus kendaraan di lokasi turut menjadi sorotan. Padahal, dalam situasi darurat seperti ini, kehadiran petugas sangat dibutuhkan untuk mengurai antrean, mengatur kendaraan secara bergantian, serta mencegah terjadinya kemacetan yang semakin parah.
Masyarakat dan para pengguna jalan berharap pihak kepolisian, khususnya satuan lalu lintas yang bertugas di wilayah Sipirok, segera mengambil langkah nyata dengan menempatkan personel di titik kemacetan.
Pengaturan lalu lintas secara langsung dinilai penting, mengingat kondisi jalan yang rusak dan berlumpur berisiko membahayakan keselamatan pengendara, terutama kendaraan besar yang harus melintasi jalur terbatas.
Perbaikan Jalan Perlu Diikuti Pengamanan Lalu Lintas
Meskipun pekerjaan perbaikan jalan sedang berlangsung, penanganan di lapangan diharapkan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada keselamatan pengguna jalan dan kelancaran arus kendaraan.
Kementerian Pekerjaan Umum bersama instansi terkait diharapkan terus mengevaluasi kondisi tanah dan badan jalan di kawasan Aek Sulum. Sementara itu, pihak kepolisian diharapkan meningkatkan pengawasan serta pengaturan lalu lintas, khususnya ketika terjadi kerusakan jalan atau kendaraan terguling.
Hingga berita ini disusun, berdasarkan laporan pantauan di lokasi, kemacetan masih berlangsung. Belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait mengenai penyebab pasti tergulingnya kedua truk serta langkah penanganan kemacetan tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penanganan jalan pascabencana membutuhkan koordinasi yang baik antara pelaksana pekerjaan, aparat kepolisian, dan instansi terkait agar masyarakat tidak terus-menerus menanggung dampak kerusakan jalan yang berkepanjangan. (SN02)