Kemarin Arab Saudi Tegaskan Hak Membela Diri di Sidang PBB, Pasca-Serangan Bandara Riyard.

SumutNews.co, New York — Perwakilan Tetap Arab Saudi untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Abdulaziz Alwasil, menegaskan bahwa negaranya memiliki hak penuh untuk mempertahankan kedaulatan dan membela diri dari rentetan serangan milisi Houthi.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Alwasil dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB di New York pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Alwasil menggarisbawahi bahwa Kerajaan Arab Saudi tidak akan membiarkan wilayah Yaman dijadikan landasan untuk meluncurkan serangan terhadap wilayahnya maupun mengancam keselamatan pelayaran internasional di Laut Merah dan Selat Bab Al-Mandab.

“Kerajaan menegaskan tidak akan membiarkan Yaman diubah menjadi basis ancaman terhadap keamanannya maupun terhadap kebebasan navigasi di Laut Merah,” kata Alwasil di hadapan anggota Dewan Keamanan PBB, dikutip dari Arab News.

Baca juga:  Langgar Gencatan Senjata, Serangan Israel di Gaza Tewaskan 4 Warga Palestina

“Kami juga tidak bisa menerima milisi teroris memaksakan kehendaknya di Yaman dan kawasan melalui kekerasan.”

Pernyataan keras tersebut disampaikan sehari setelah serangan yang menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Serangan Houthi itu menewaskan tiga warga negara Arab Saudi, salah satunya Kapten Hamoud Ali Alkalthami, seorang pilot maskapai nasional Saudia, serta merusak fasilitas bandara dan pesawat komersial hingga mengganggu jadwal penerbangan.

Alwasil membeberkan bahwa eskalasi serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) Houthi kian intensif menyasar area sipil dan infrastruktur vital di berbagai kota Arab Saudi, seperti Abha, Khamis Mushait, Jazan, dan Najran.

Ia juga menyinggung percobaan serangan ke arah Makkah pada 15 September lalu serta fasilitas distribusi listrik Taiba di Madinah pada 29 September sebagai aksi provokasi terhadap umat Islam di seluruh dunia.

Baca juga:  Musim Panen Zaitun Berdarah, Kabinet Palestina Catat 102 Serangan Pemukim dalam Dua Minggu Terakhir

Menurut Alwasil, meningkatnya keberanian Houthi menolak inisiatif damai tak lepas dari bantuan teknis dan pasokan militer dari luar negeri yang terus mengalir.

“Dukungan pihak luar ini berkontribusi pada langgengnya kekacauan, maraknya senjata di luar kendali negara, serta merusak keamanan dan stabilitas di Yaman maupun kawasan,” ujarnya.

Ia juga mengecam tindakan Houthi yang menggunakan kelaparan sebagai senjata, melakukan pengungsian paksa, dan merekrut anak-anak ke dalam konflik bersenjata.

Oleh karena itu, Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah tegas dengan mematuhi serta menegakkan resolusi internasional, terutama terkait embargo senjata terhadap Houthi dan perlindungan navigasi perdagangan global.

Baca juga:  Pakistan Berjanji Bela Arab Saudi dari Serangan Houthi Pakai 'Segala Cara'

Meski siap mengambil tindakan tegas demi keamanan nasional, Alwasil mengklaim Arab Saudi tetap mengutamakan jalan damai dan mendukung solusi politik menyeluruh yang dipimpin PBB demi menjaga keutuhan serta kedaulatan Yaman.

Ia menambahkan bahwa sejak 2012 hingga 2026, Arab Saudi telah mengucurkan bantuan ekonomi dan pembangunan untuk Yaman sebesar lebih dari US$ 12,6 miliar (sekitar Rp 198 triliun), di luar bantuan kemanusiaan yang menembus US$ 4,5 miliar. (SN17)

Berita Terbaru

Jang Dong-yoon Resmi Menikah dengan Kim Seung-yoon, Bagikan Foto Pernikahan Romantis

SUMUTNEWS.CO, Seoul – Aktor Korea Selatan Jang Dong-yoon resmi...

Personel Polresta Bandar Lampung Amankan Laga Isenmulang Kalteng FC Vs Persebaya

SUMUTNEWS.CO, Bandar Lampung– Sebanyak 58 personel Polresta Bandar Lampung...

Moto3 Mandalika 2026: Veda Ega Pratama Lolos ke Q2

SUMUTNEWS.CO, Mandalika– Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mengawali...

Lirik Lagu ‘Harapan Semu’ Lyodra, Kisah Cinta Berujung Kecewa

SUMUTNEWS.CO, Medan – Penyanyi Lyodra kembali menyapa penggemarnya melalui album...

Mahfud MD Sebut KPU dan Jajaran Dikdasmen Berpotensi Terjerat Pidana Terkait Polemik Dokumen Gibran

SumutNews.co, Medan- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, menilai...

Berita Terkait