SUMUTNEWS.CO, Amman – Raja Yordania Abdullah II melayangkan peringatan keras mengenai dampak buruk dari eskalasi militer Israel di Suriah selatan.
Peringatan tersebut disampaikan dalam pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio pada Jumat (2/10/2026).
Dalam percakapan tersebut, Raja Abdullah II menegaskan kembali dukungan penuh Yordania terhadap kedaulatan, integritas wilayah, dan stabilitas Suriah.
Mengutip laporan kantor berita Yordania, Petra, Amman menilai aksi militer yang terus berlangsung di perbatasan selatan Suriah berisiko memicu ketidakstabilan baru yang meluas ke seluruh kawasan Timur Tengah.
Situasi di Suriah selatan terus memanas seiring langkah militer Israel yang mempertahankan penempatan pasukannya di sejumlah titik strategis wilayah barat daya Suriah.
Penetrasi militer tersebut intensif dilakukan Tel Aviv sejak runtuhnya rezim Presiden Bashar al-Assad pada Desember 2024.
Pemerintah transisi di Damaskus berulang kali mengecam keras operasi militer tersebut sebagai bentuk pelanggaran nyata atas kedaulatan negara.
Sebaliknya, pemerintah Israel berkilah bahwa kehadiran pasukannya bertujuan menekan ancaman keamanan serta mencegah pergerakan kelompok bersenjata di sekitar perbatasan mereka.
Raja Abdullah II mendesak Amerika Serikat untuk memanfaatkan pengaruh diplomatiknya guna menghentikan aksi sepihak tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya pencapaian gencatan senjata regional yang komprehensif demi menjamin keamanan nasional negara-negara Arab dan mengembalikan stabilitas di kawasan. (SN17)