SUMUTNEWS.CO, Jakarta – Pemerintah Pakistan menyatakan kesiapannya untuk mengerahkan segala sumber daya militer yang dimiliki demi membela Arab Saudi dari serangan milisi Houthi yang didukung Iran.
Langkah ini mempertegas indikasi keterlibatan langsung Islamabad dalam eskalasi konflik yang kian meluas di kawasan Timur Tengah.
“Setiap musuh Arab Saudi adalah musuh Pakistan. Hal itu harus sangat jelas,” kata Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Muhammad Asif saat berbicara kepada media di Kedutaan Besar Pakistan di Roma, Italia, dilansir dari Arab News, Selasa (29/9/2026).
Asif menolak mengonfirmasi apakah angkatan udara Pakistan telah berpartisipasi dalam operasi serangan udara terhadap posisi milisi Yaman tersebut.
Namun, ia menegaskan bahwa kemampuan militer Pakistan terikat penuh untuk melindungi kedaulatan Riyadh di bawah pakta pertahanan bersama yang baru disepakati.
“Ketika saya katakan kami terikat oleh pengaturan ini untuk membela Arab Saudi, itu berarti apa pun sarana yang ada dalam disposisi kami akan tersedia juga untuk Arab Saudi. Saya kira itu pernyataan yang kategoris,” ujar Asif.
Pakta Pertahanan Trilateral Makkah
Komitmen tegas dari Islamabad berlandaskan pada Makkah Joint Defense Agreement yang ditandatangani pada 7 Agustus 2026 oleh Arab Saudi, Pakistan, dan Turki.
Perjanjian pertahanan kolektif ini menetapkan klausul utama bahwa serangan terhadap salah satu negara anggota akan diperlakukan sebagai serangan terhadap ketiga negara.
Aliansi strategis ini menggabungkan tiga kekuatan besar kawasan, yakni kekayaan energi dan finansial Arab Saudi, industri pertahanan dan militer berstandar NATO milik Turki, serta kemampuan militer berdaya nuklir dari Pakistan.
Meski demikian, Asif tidak mengindikasikan penggunaan opsi nuklir dalam komitmen pertahanan tersebut.
Eskalasi Keamanan di Laut Merah
Pernyataan keras pemerintah Pakistan muncul menyusul intensifikasi serangan rudal dan drone oleh milisi Houthi yang menyasar fasilitas minyak Aramco serta kapal-kapal tanker milik Arab Saudi di kawasan Teluk dan Laut Merah.
Kelompok Houthi baru-baru ini juga memperluas kontrol wilayah mereka dengan menguasai kota pelabuhan strategis Mokha dan beberapa pulau di Laut Merah.
Buntut dari ekspansi tersebut, jangkauan operasional milisi kini mendekati Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran vital yang dilewati sekitar 12 persen arus perdagangan global.
Guna merespons ancaman keamanan yang kian meruncing, para panglima militer dari Pakistan, Turki, dan Arab Saudi telah menggelar pertemuan tingkat tinggi di Riyadh pekan lalu untuk mematangkan strategi pertahanan dan koordinasi militer bersama. (SN17/AN)