SumutNews.co,Jakarta — Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar pembicaraan melalui telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) pada Selasa, 22 September 2026.
Kedua pemimpin membahas situasi keamanan di kawasan Teluk, konflik Yaman, hingga pentingnya menjaga keamanan jalur perairan internasional.
Menurut keterangan resmi Istana Kremlin, kedua pihak melakukan pertukaran pandangan secara mendalam mengenai eskalasi situasi di Timur Tengah dan menegaskan komitmen untuk meredakan ketegangan melalui jalur dialog.
“Penyelesaian secara politik dan diplomatik tetap menjadi satu-satunya jalur yang realistis untuk melangkah ke depan dalam menyelesaikan konflik di kawasan,” demikian pernyataan resmi Kremlin terkait posisi Presiden Vladimir Putin.
Selain situasi kawasan secara umum, Putin dan MBS menyoroti dinamika militer dan politik di Yaman yang dinilai kian mengkhawatirkan. Kedua pihak sepakat bahwa tindakan penanganan darurat perlu segera diambil untuk menghentikan pertempuran.
“Kami menggarisbawahi perlunya penghentian permusuhan secara cepat di Yaman demi mencegah perburukan situasi militer dan politik di sana,” bunyi keterangan tersebut.
Fokus utama lain dalam dialog tersebut adalah jaminan keselamatan navigasi pelayaran internasional yang menjadi urat nadi perdagangan global, khususnya di titik-titik krusial kawasan Teluk.
“Pentingnya menjamin perlintasan kapal secara aman dan tanpa hambatan melalui jalur perairan internasional di kawasan tersebut, termasuk Selat Bab el-Mandeb dan Selat Hormuz, sangat ditekankan,” tegas Kremlin.(SN17)