SUMUTNEWS.CO, Salfit — Tiga pemuda Palestina menderita luka-luka setelah dipukuli secara brutal menggunakan pentungan oleh pemukim Israel di kawasan Wadi al-Shaer, antara kota Salfit dan al-Lubban ash-Sharqiya, Tepi Barat bagian tengah, pada Minggu (8/11/2026).
Sumber lokal melaporkan ketiganya mengalami luka dalam di bagian kepala, perut, dan tulang belakang bawah. Salah satu korban juga menderita patah rahang akibat kekerasan tersebut.
Serangan ini terjadi di tengah lonjakan kekerasan terhadap warga Palestina selama musim panen zaitun tahun ini:
- Menurut Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), sebanyak 377 serangan pemukim terkait panen zaitun tercatat di seluruh Tepi Barat dalam periode 1 September–2 November 2026 — angka yang telah melampaui total musim-musim sebelumnya.
- Oktober 2026 tercatat sebagai bulan dengan jumlah serangan tertinggi sejak PBB mulai mendokumentasikan insiden tersebut pada tahun 2006, yaitu 457 serangan yang menimbulkan korban jiwa atau kerusakan properti.
- Komisi Perlawanan Tembok dan Pemukiman mencatat 674 serangan pasukan Israel dan pemukim terhadap petani serta pohon zaitun dalam periode 1 Oktober–6 November 2026 saja, termasuk 129 serangan di wilayah Salfit.
Musim panen zaitun yang seharusnya menjadi momen kegembiraan justru berlangsung di bawah bayang-bayang ketakutan dan kekerasan yang terus meningkat. (SN/WF)