FBI Tangkap Agen Real Estate California, Dituduh Mata-matai Keluarga Presiden Taiwan untuk China

SUMUTNEWS.CO, Los Angeles – Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) menangkap seorang wanita agen real estat asal California, Wanying Zhang, atas tuduhan menjalankan operasi spionase rahasia untuk pemerintah China.

Zhang dituduh melakukan pengawasan (surveillance) terhadap keluarga Presiden Taiwan, Lai Ching-te, yang berdomisili di Amerika Serikat.

Penangkapan terhadap Zhang (34 tahun), yang juga dikenal dengan nama Heather, dilakukan oleh agen FBI di Bandara Internasional Los Angeles (LAX) pada Minggu (4/10/2026). Ia diringkus tepat saat hendak menaiki pesawat menuju Shanghai, China.

Atas perbuatannya, Zhang dijerat tuduhan bertindak sebagai agen asing tidak terdaftar (unregistered foreign agent) untuk pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT), sebuah pelanggaran berat terhadap hukum federal AS.

Reaksi Keras Taipei dan Otoritas AS

Kantor Kepresidenan Taiwan mengonfirmasi insiden pengawasan tersebut dan mengecam keras tindakan pemerintah China.

Baca juga:  Raja Yordania Peringatkan Bahaya Eskalasi Israel di Suriah Selatan

Juru Bicaranya, Karen Kuo, menyatakan bahwa aksi infiltrasi ini merupakan bentuk penindasan lintas negara (transnational repression) yang melanggar hukum internasional, kedaulatan negara, serta hak asasi manusia.

Direktur FBI Kash Patel menegaskan penangkapan ini merupakan bukti komitmen tegas AS dalam membongkar jaringan spionase asing yang mengancam keamanan nasional maupun keselamatan individu di wilayah AS.

“Amerika Serikat tidak akan menjadi tempat yang aman bagi lawan asing untuk menjalankan operasi intelijen dan penindasan di wilayah kedaulatan kami,” tegas otoritas penegak hukum AS.

Modus Operandi dan Pengumpulan Informasi

Berdasarkan dokumen dakwaan pidana yang diajukan ke Pengadilan Federal AS, Zhang dituduh mengumpulkan berbagai informasi sensitif terkait kehidupan pribadi keluarga pimpinan tertinggi Taiwan tersebut.

Baca juga:  Limbah Gaza Cemari Laut Tengah, Fasilitas Air Israel Terancam Lumpuh

Akun resmi FBI mengonfirmasi bahwa sasaran utama pengawasan Zhang adalah putra Presiden Lai Ching-te, yakni Ting-Yu.

Dalam menjalankan aksinya, Zhang memotret dan merekam video kediaman target, serta mencatat nomor pelat kendaraan yang digunakan oleh keluarga Presiden Taiwan.

Seluruh data pengawasan tersebut kemudian dikirimkan secara berkala kepada seorang pejabat pemerintah China.

Jaksa Penuntut Umum AS, Bill Essayli, mengungkapkan bahwa Zhang sempat melakukan perjalanan khusus ke Seattle pada tahun 2025 atas instruksi pejabat Beijing.

Di sana, ia berkoordinasi dengan seorang rekanan dan menerapkan taktik intelijen rahasia (tradecraft) guna menghindari deteksi otoritas keamanan Amerika.

Selain pengawasan fisik, Zhang dituduh menyebarkan artikel propaganda yang menguntungkan narasi politik Beijing tanpa mendaftarkan diri ke Departemen Kehakiman AS.

Baca juga:  Hamas Tawarkan Mediasi untuk Akhiri Konflik Yaman

Eskalasi Ketegangan Beijing–Taipei–Washington

Kasus spionase ini meletus di tengah tingginya ketegangan diplomasi dan militer antara Beijing, Taipei, dan Washington.

Sejak menjabat pada 2024, Presiden Lai Ching-te secara konsisten menolak klaim kedaulatan China atas Taiwan.

Sikap tegas tersebut membuat Beijing menyematkan label “separatis” kepadanya.

Meskipun Amerika Serikat tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan, Washington tetap menjadi sekutu terkuat dan pemasok utama persenjataan bagi Taiwan.

Kasus penangkapan agen rahasia ini diperkirakan akan makin memperkeruh hubungan intelijen dan diplomatik antara AS dan China. (SN17)

Berita Terbaru

Rusia Klaim Ukraina Serang Fasilitas PLTN Zaporizhzhia, Satu Orang Tewas

SUMUTNEWS.CO, Moskow - Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia...

Nobar Walkot Medan Pecah Usai Indonesia Pastikan Juara FIFA ASEAN Cup 2026

SUMUTNEWS.CO, MEDAN - Kemeriahan dan histeris pendukung membahana di...

Sebut Negosiasi dengan AS Tak Berguna, Presiden Iran: Mereka Ingin Gulingkan Kami

SUMUTNEWS.CO, Teheran - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa...

Aliansi Makkah Sepakati Pengerahan Pasukan Bersama Arab Saudi, Turki, Pakistan

SUMUTNEWS.CO, Riyadh — Arab Saudi, Pakistan, dan Turki resmi...

Poco F9 Pro dan F9 Ultra Resmi di Indonesia, Intip Harga dan Spesifikasinya

Medan, SUMUTNEWS.CO – Poco resmi menghadirkan dua smartphone flagship terbarunya...

Berita Terkait