SumutNews.co, Taiz – Angkatan Bersenjata Yaman menuding milisi Houthi yang didukung Iran telah memutilasi dan menodai jenazah tentara pemerintah di wilayah barat daya Taiz. Tudingan ini mengemuka setelah pihak militer mendapati kondisi mengenaskan pada jenazah yang dikembalikan melalui Komite Internasional Palang Merah (ICRC).
Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjend Majed Al-Nuzaili, menyatakan pada Selasa, 27 Oktober 2026, bahwa kelompok Houthi dengan sengaja merusak jenazah para prajurit tersebut. “Staf medis di rumah sakit militer di Taiz menemukan kondisi patah tulang, kerusakan wajah, serta luka bakar pada jenazah yang disebabkan oleh paparan cairan kimia,” kata Al-Nuzaili dalam pernyataannya di platform media sosial X.
Al-Nuzaili mengecam keras tindakan tersebut karena dinilai sebagai perbuatan keji yang melanggar hukum nasional Yaman maupun hukum internasional. Tindakan itu, kata dia, juga sangat bertentangan dengan ajaran Islam serta norma dan kode etik suku di Yaman.
Ini bukan kali pertama milisi Houthi dituding melakukan kejahatan serupa terhadap tawanan atau tentara yang gugur. Al-Nuzaili mengungkapkan, pada 2023 lalu, pasukan pemerintah Yaman juga menerima jenazah tentara hasil eksekusi yang kondisinya hangus dibakar hingga tidak dapat dikenali lagi.
Sebagai tindak lanjut dari eskalasi ini, Al-Nuzaili mengumumkan bahwa pasukan pemerintah terus menggempur basis pertahanan musuh. Militer Yaman tercatat telah melancarkan 1.382 serangan udara maupun darat terhadap target-target Houthi pada hari Selasa sebagai bagian dari kampanye militer bersandi Dawn of Yemen (Fajar Yaman).
Dari operasi tersebut, militer Yaman mengklaim sedikitnya 440 anggota dan komandan lapangan Houthi berhasil dilumpuhkan. Selain itu, sebanyak 146 unit kendaraan operasional serta peralatan persenjataan milik milisi tersebut hancur dan tidak dapat difungsikan kembali. (SN17)