Sumutnewsco, Doha – Pemerintah Qatar meminta Iran untuk segera menunjukkan itikad baik agar upaya mediasi konflik di kawasan Timur Tengah dapat berjalan sukses. Permintaan ini dilontarkan menyusul kunjungan delegasi negara Teluk tersebut ke Teheran pada awal pekan ini guna meredakan ketegangan regional yang kian memanas.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, dalam konferensi pers pada Selasa, 27 Oktober 2026, menegaskan langkah-langkah konkret yang harus diambil oleh Teheran. Ia mendesak Iran untuk segera menghentikan berbagai ancaman terhadap negara-negara Arab Teluk dan membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz sebagai bukti nyata niat baik mereka.
Qatar, bersama dengan Pakistan, saat ini tengah mengambil peran krusial sebagai mediator antara Washington dan Teheran. Langkah diplomasi ini bertujuan untuk menurunkan eskalasi konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang telah mengganggu lalu lintas pelayaran global, pasokan minyak dunia, dan mulai meluas ke wilayah lain di Timur Tengah.
Upaya mediasi ini tidak hanya dilakukan oleh Qatar. Sehari sebelumnya, pada Senin, 26 Oktober 2026, para pejabat tinggi dari Arab Saudi, Turki, dan Pakistan dilaporkan telah menggelar pertemuan dengan sejumlah pejabat Iran di Teheran.
Langkah-langkah diplomatik ini diintensifkan di tengah situasi yang makin kompleks, ditandai dengan serangan baru kelompok Houthi Yaman terhadap Arab Saudi serta langkah Mesir yang menyetujui pemberian dukungan pertahanan kepada Riyadh.
Ketegangan antara Washington dan Teheran juga dilaporkan semakin meruncing dalam beberapa waktu terakhir. Eskalasi meningkat setelah Presiden Donald Trump pada Jumat pekan lalu menyatakan bahwa AS mungkin akan kembali menyerang Iran. Sebagai respons, sejumlah pejabat keamanan Iran menegaskan bahwa Teheran telah menyusun rencana rinci untuk menargetkan kabel bawah laut di kawasan Teluk jika AS dan Israel benar-benar kembali melancarkan serangan. (SN17)