SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan — Kualitas udara di Kota Padangsidimpuan terus memburuk akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan yang meluas.
Konsentrasi asap kini bahkan mengurangi jarak pandang dan memicu keluhan kesehatan masyarakat, mulai dari tenggorokan kering, pusing, hingga sesak napas.
Meski kondisi sudah masuk kategori tidak sehat hingga berbahaya, kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) belum resmi diberlakukan, berbeda dengan langkah yang telah diambil Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina).
Berdasarkan pantauan di lapangan, hingga saat ini belum ada edaran resmi dari pemerintah kota untuk menutup sementara kegiatan tatap muka di sekolah.
Sejumlah kepala satuan pendidikan yang dikonfirmasi menyatakan kebijakan PJJ belum dikeluarkan. Sebagai langkah sementara, beberapa sekolah mengambil kebijakan sendiri dengan mengimbau guru dan siswa agar mengenakan masker selama berada di lingkungan sekolah guna mengurangi risiko paparan asap.
Masyarakat pun mulai menyuarakan kekhawatirannya. Banyak warga melaporkan gangguan pernapasan dan penurunan kualitas udara yang semakin terasa di sejumlah titik kota.
Publik berharap pemerintah kota segera mengevaluasi kualitas udara dan mempertimbangkan kebijakan yang melindungi kesehatan warga, terutama anak-anak di lingkungan sekolah. (SN12)