SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan – Pemerintah Kota Padangsidimpuan mengintensifkan penanganan bencana tanah longsor di kawasan Sungai Aek Sibontar, Jalan Pangulu Mara Alam, Kelurahan Wek VI, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan.
Longsor menyebabkan terputusnya akses jalan penghubung yang dimanfaatkan warga, sehingga pemulihan akses mobilitas masyarakat menjadi prioritas utama penanganan.
Longsor di Sungai Aek Sibontar memutus jalur alternatif yang menghubungkan Kelurahan Wek VI dengan Kelurahan Wek IV, termasuk rute yang digunakan pelajar ke sekolah. Sekitar 50 kepala keluarga kini terdampak langsung atas terputusnya akses tersebut.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Dinas PUPR, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta unsur kecamatan dan kelurahan telah turun langsung meninjau lokasi dan menyusun kebutuhan penanganan yang mendesak.
Berdasarkan hasil survei, terdapat dua kebutuhan prioritas yang telah diusulkan untuk segera dilaksanakan, di antaranya pembangunan dek penahan tebing bertulang setinggi ±8 meter dan sepanjang ±100 meter untuk memperkuat tebing dan mencegah longsor susulan.
Kemudian, perbaikan jembatan penghubung sepanjang ±20 meter dan lebar ±2 meter guna memulihkan akses antar-kelurahan.
Usulan ini telah dieskalasikan melalui surat resmi BPBD kepada Wali Kota Padangsidimpuan untuk segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait. Saat ini akses di lokasi tersebut masih ditutup sementara demi keselamatan warga. (SN11)