SUMUTNEWS.CO, MEDAN – Ketua Alumni Jerman-Indonesia (Aljerin) wilayah Sumatera Utara (Sumut) Freddy Siahaan mengistilahkan Sumut sebagai “raksasa” yang sedang tidur. Hal itu berkaitan dengan kekayaan alam yang dimiliki provinsi ini, namun belum digarap secara maksimal.
Menurut Freddy, salah satu kekayaan Sumut yang belum digali secara optimal itu, adalah terkait dengan bidang-bidang manufaktur. Sumut, kata Freddy, perlu mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau setidaknya setengah jadi. Dengan demikian terjadi peningkatan nilai ekonomis.
Freddy yang lama berkiprah di Eropa khususnya Jerman ini mengaku, Aljerin didirikan karena keprhatinan itu. Aljerin, khususnya di wilayah Sumut melihat perlunya kolaborasi berbagai pihak untuk membangunkan dan membangkitkan perekonomian Sumut.
Hal itu ditegaskan Freddy Siahaan saat diwawancarai wartawan di selah acara Seminar Internasional dan Business Forum yang digagas Aljerin Sumut di Danau Toba Internasional Hotel, Jalan Imam Bonjol, Medan, Sabtu (24/10/2026)
“Aljerin dan kita semua ingin agar Sumut ini menjadi provinsi yang menarik bagi investor khususnya dari Jerman maupun Eropa secara lebih luas. Sumut ini kaya akan sumber daya alam. Bidang-bidang manufaktur perlu diperkuat, sebagai wujud memperkuat program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah,” kata Freddy.
Freddy menegaskan, sebagai alumni Jerman-Indonesia, ia dan teman-temannya di Aljerin terpanggil dan merasa bertanggungjawab untuk ikut berkontribusi menjadikan Sumut sebagai lokasi manufaktur dengan keunggulan khas lokal
Freddy yang juga penyuka kajian sejarah, budaya dan seni ini menegaskan, dalam peta statistik, provinsi Sumut merupakan salah satu daerah perkebunan yang paling kaya di Indonesia. Komoditas yang menjadi andalan Sumut adalah karet, kopi, kelapa sawit dan coklat.
Secara infrastuktur, Sumut sebut Freddy, juga sudah lengkap. Kekayaan alamnya melimpah. Tinggal bagaimana meningkatkan SDM serta membangun kerja sama dan berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan, terutama dengan Pemerintah Provinsi Sumut.
“Sumut ini sangat kaya, sangat potensial alamnya. Tetapi kekayaan itu belum dikembangkan secara optimal. Kita memerlukan upaya untuk mengolah bahan mentah menjadi barang jadi, atau setidaknya setengah jadi. Tentu perlu kerja sama dengan berbagai pihak untuk bisa mewujudkan tujuan ini,” kata Freddy.
Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sumut Firda Ferian Mutyara memaparkan, berdasarkan data BPS Tahun 2024, luas lahan komoditas Sumut yakni 1.992. 303 ha. Rinciannya yakni lahan sawit seluas 1.357. 230 Ha. Lahan jagung 203.610 ha. Sawah 419.463 Ha dan tanaman tebu seluas 12.000 ha.
Menurut Firda, potensi ini masih sangat terbuka untuk digarap. Kadin Sumut berharap para investor baik lokal maupun dari luar, bisa melihat peluang ini sehingga percepatan pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan segera terwujud di Sumut, kata Firda
“Seandainya bidang bidang ini digarap maksimal maka perekonomian masyrakat akan terdongkrak. Pengganguran berkurang. Kadin Sumut siap menjalin kerja sama dengan semua pihak, termasuk Aljerin Sumut untuk mengembangkan hal itu,” kata Firda. (SN01)
Dari kiri ke kanan Ketua Panitia Seminar Zainul Fuad dan Ketua Aljerin Sumut Freddy Siahaan