SumutNews.co, JAKARTA — Kepolisian Republik Indonesia bersama kementerian terkait menggelar rapat koordinasi pascapelantikan beberapa hari lalu. Rapat terbatas tersebut digelar guna memperkuat penanganan masalah narkotika sekaligus mengatasi persoalan overkapasitas di lembaga pemasyarakatan (lapas).
Fokus utama koordinasi lintas lembaga ini mencakup penguatan program rehabilitasi dan edukasi, khususnya bagi para pengguna narkotika.
Penerapan skema rehabilitasi dinilai menjadi langkah strategis untuk menekan jumlah penghuni lapas yang sudah melebihi kapasitas, sekaligus memutus peredaran gelap narkoba di dalam lingkungan tahanan.
Selain penanganan narkotika dan krisis kapasitas lapas, kepolisian turut memprioritaskan penindakan terhadap berbagai bentuk kejahatan lain yang dinilai meresahkan masyarakat, seperti tindak pidana penyelundupan hingga judi online.
Sebagai langkah konkret, Polri melakukan konsolidasi internal serta pemetaan masalah di lapangan.
Pelaksanaan strategi penanganan ini terbagi ke dalam program prioritas jangka pendek, menengah, dan panjang yang diselaraskan dengan Grand Strategy Polri demi mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. (SN08)