Bobby Jadikan Pemko Medan Konsumen UMKM untuk Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

SUMUTNEW.CO, MEDAN – Pertumbuhan ekonomi di Medan terus meningkat. Salah satu upaya yang dilakukan Pemko Medan menjadi konsumen utama Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Kebijakan yang dilahirkan Wali Kota Medan di masa Covid-19 lalu ini terbukti membuahkan hasil. UMKM yang dulunya terdampak pandemi, berhasil bangkit dan kini kian berkembang.

Dalam “Dialog Pro Aspirasi Sumut” RRINet Medan, Rabu (17/7) di Studio Podcast RRI Medan, Bobby Nasution memaparkan, UMKM tiang fondasi perekonomian. Saat krisis ekonomi, UMKM terbukti bisa bertahan. Namun, saat pandemi Covid-19 yang mengharuskan pembatasan aktivitas, UMKM terdampak. Banyak pelaku usaha yang terpukul.

Baca juga:  Rakerwil KAHMI Sumut, Syahrul dan Rusdi Tekankan Soliditas serta Kolaborasi, RM Syafi'i Susun Program Realistis

“Melihat fakta itu, kita mengambil langkah menjadikan Pemko Medan sebagai konsumen utama UMKM,” ujarnya.

Bobby Nasution menuturkan, langkah awal yang dilakukan mendata seluruh UMKM di wilayah kelurahan dan kecamatan. Selanjutnya, para pelaku UMKM diedukasi untuk beradaptasi dengan digitalisasi. Seiring dengan itu, kecamatan maupun kelurahan mendampingi pelaku UMKM mengurus perizinan dan mendaftarkan produknya ke katalog elektronik Pemko Medan.

“Setelah itu, kita minta seluruh kecamatan, kelurahan, dan perangkat daerah untuk membeli produk makan dan minum UMKM di wilayahnya untuk konsumsi acara, termasuk rapat-rapat,” ungkapnya.

Baca juga:  Pemprov Sumut Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Sepanjang November 2026

Dalam dialog yang juga menghadirkan narasumber Ketua Kadin Medan Arman Chandra itu, Bobby Nasution juga mengatakan, selain mempercepat transaksi, digitalisasi juga membantu pencatatan keuangan pelaku UMKM. Dengan demikian, tidak terjadi bercampurnya kas usaha dengan pengeluaran rumah tangga pelaku.

Pada bagian lain Bobby Nasution membeberkan data perumbuhan ekonomi Medan pasca pandemi. Dia menyebutkan, pada 2021 pertumbuhan ekonomi Medan tidak minus, melainkan 2,62 persen. Kemudian pada 2022 naik menjadi 4,72 persen dan 2023 meningkat lagi menjadi 5,04 persen.

Baca juga:  Dugaan Korupsi Pasar Ikan Modern Senilai Rp22 Miliar, Mantan Wali Kota Sibolga Jamaluddin Pohan Akhirnya Resmi Ditahan

Dia mengatakan, yang harus diperhatikan dan dijaga saat ini adalah inflasi yang dapat melambatkan pertumbuhan ekonomi. Inflasi yang relative rendah dan stabil mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi. (SN01)

Berita Terkait

11 Upaya Pemprov Sumut Tekan Inflasi

SUMUTNEWS.CO, MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut)...

Pemko Medan Tambah Jumlah Masyarakat Tercover BPJS Kesehatan

SUMUTNEWS.CO, MEDAN - Pemerintah Kota Medan akan menambah jumlah...

Petani Tebu Sumut Siap Menangkan Prabowo – Gibran Satu Putaran

SUMUTNEWS.CO - Dewan pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Petani Tebu...

Masjid Al-Qa’qa’ di Yerusalem Akan Dihancurkan Pengadilan Israel

SUMUTNEWS.CO - Yerusalem | Pengadilan Israel memerintahkan bahwa Masjid...

Berita Terbaru