Bobby Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kades Bersertifikat Basarnas Bakal Dapat Insentif

SUMUTNEWS.CO, MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution akan memberikan insentif tambahan kepada kepala desa yang lulus dan memperoleh sertifikat Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan di Permukaan Air dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi bencana hingga ke tingkat desa.

Menurut Bobby Nasution, pengalaman berbagai bencana hidrometeorologi yang melanda Sumut, termasuk banjir dan longsor pada akhir tahun 2025, menunjukkan pentingnya kapasitas aparatur desa dalam menghadapi kondisi darurat. Bencana tersebut mengakibatkan ratusan korban jiwa dan berdampak pada sejumlah daerah di Sumut.

Baca juga:  Pemprov Sumut Dorong 33 Kabupaten/Kota Terintegrasi ke PASADA, Permudah Akses Data dan Tarik Investor

“Kita akan beri insentif kepada Kepala Desa yang dinyatakan lulus dan bersertifikat (Pertolongan di Permukaan Air Basarnas), bila kita tidak bisa mencegah terjadinya bencana kita harus bisa paling tidak menyelamatkan jiwa,” kata Bobby Nasution usai membuka Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan di Permukaan Air Basarnas di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa (9/6/2026).

Bobby Nasution juga membagikan pengalamannya saat meninjau salah satu wilayah di Kabupaten Tapanuli Selatan yang terdampak parah banjir dan longsor pada akhir tahun 2025. Meski lebih dari setengah wilayah tersebut mengalami kerusakan, tidak terdapat korban jiwa.

Baca juga:  Muktamar ke-49 Muhammadiyah di Medan, Dukungan Gubsu Bobby Nasution dan Bidik Lonjakan Ekonomi Daerah

“Lebih setengah daerah mereka dihantam banjir dan longsor, tetapi tidak ada korban jiwa, hanya luka-luka. Daerah lain yang berdekatan banyak warganya yang meninggal dunia. Saat saya tanya Kepala Desanya mengatakan dia pernah mengikuti pelatihan Basarnas dan menerapkannya saat terjadi bencana,” ujar Bobby Nasution.

Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan bahwa penanganan kedaruratan bencana tidak dapat dilakukan oleh Basarnas sendiri. Karena itu, pihaknya terus membangun kolaborasi dengan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga masyarakat.

Baca juga:  Refleksi Harga Sawit di Sumut pada 19-25 Oktober 2026: Harga Naik, tapi Petani Mandiri Konsisten Tertinggal Terus

“Kami sadar kami tidak bisa bekerja sendiri, personel kami hanya 6.500, sedangkan kebutuhannya 29.000 untuk seluruh Indonesia. Oleh karena itu kami terus bersinergi ke kementerian, lembaga dan juga seperti saat ini Perangkat Desa, mereka ujung tombak kita dalam kondisi darurat,” kata Mohammad Syafii.

Berita Terkait

Medan Juara Umum MTQ Sumut, Akhyar : Saya Dedikasikan Untuk Warga Medan

SUMUTNEWS.CO - Medan | Kota Medan keluar sebagai juara...

Pembangunan Jembatan Sungai Mo’awo Dimulai Tahun Ini, Bobby Ajak Warga Kawal Bersama

SUMUTNEWS.CO, GUNUNGSITOLI – Pembangunan Jembatan Sungai Mo'awo di Kota...

Gubsu Bobby Serahkan Aset Bangunan Rumah Dinas ke Pemkab Samosir

SUMUTNEWS.CO, SAMOSIR - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby...

Wagub Surya Lantik 2 Pejabat Eselon II, Beri Pesan Ini

SUMUTNEWS.CO, MEDAN - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut)...

Rico Waas: Tanpa Pemberitaan, Pembangunan Medan Tak Diketahui Masyarakat

SUMUTNEWS.CO, MEDAN - Ada pesan yang disampaikan Wali Kota...

Berita Terbaru