Corona di Sumut Terus Mengganas, Gugus Tugas Dinilai Melempem

SUMUTNEWS.CO – Medan | Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Se- Nusantara Koordinator Daerah Sumatra Utara menyesalkan tingginya angka penyebaran COVID-19 di Sumatera Utara.

Berdasarkan data terbaru GTPP COVID-19 Sumut, Minggu (03/08/2020) Pasien positif Corona menyentuh angka 4.261, 209 meninggal dunia dan sembuh 1.717.

BEM Nusantara menyayangkan sikap pemerintah provinsi Sumatera Utara yang lambat serta tidak memiliki terobosan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di Sumatera Utara. Hal ini disampaikan oleh Koordinator BEM Nusantara Sumut, Ridho Alamsyah.

“Gugus Tugas melempem. Kami binggung, Sumut ini status nya apa? PSBB enggak, New Normal juga enggak. Gubernur Sumut tekesan lambat mengambil sikap serta miskin ide dan inovasi untuk mencegah penyebaran COVID-19 di Sumut ini, akibatnya angka positif terus mengganas,” ucap Ridho.

Baca juga:  Pj Sekdaprov Sumut Buka E-Learning JFAK 2026, Perkuat Kebijakan Publik Berbasis Bukti

Ridho juga menilai selama Corona tim gugus tugas COVID-19 provinsi Sumatera Utara tidak memberikan ketegasan dan aturan yang berlaku kepada masyarakat yang berada di Sumatera Utara.

Ahmad Fahmi SB, selaku Ketua Senat Mahasiswa Universitas Negeri Medan mengatakan sikap gugus tugas COVID- 19 Provinsi Sumatera tidak memberikan dampak apapun oleh masyarakat yang ada di Sumatra Utara, khususnya di kota Medan.

“Bagaimana mau di jaga ketat, kan dari awal sampai saat ini, tim gugus tugas COVID-19 Provinsi Sumatera tidak pernah memberlakukan yang namanya PSBB atau New Normal,” jelas Fahmi.

Baca juga:  Wagub Surya Sambut Baik Revisi Perda Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

“Melihat semakin meningkatnya korban positif Corona di kota Medan, seharusnya pemerintah memberikan aturan yang ketat kepada masyarakat,” tambah Fahmi.

Sementara itu, Ade Pitrian Hasibuan selaku ketua BEM Universitas Potensi Utama menyampaikan Pemprov Sumut perlu mempersiapkan skenario baru tentang kebijakan di tengah situasi pandemi COVID-19, jika tidak ingin semakin banyak korban berjatuhan. Sebab, kebijakan 6 bulan yang sudah berjalan ini tidak mengangkat ekonomi dan kehidupan masyarakat Sumut.

“Beberapa kebijakan di antaranya bersifat dilematis tanpa fokus dan nyaris tanpa terobosan, karena korban COVID-19 di Sumut melonjak tinggi beberapa hari terakhir. Ditambah lagi telah diberlakukanya pembukaan mall, cafe dan tempat tempat keramaian yang akan menjadi dampak besar untuk penyebaran COVID-19 di Sumut. Selain itu Pemprov Sumut juga perlu memperhatikan sektor pendidikan, menyediakan sarana / prasarana terlebih siswa yang di belajar daring,” tutup Ade.

Baca juga:  Sedekah Sampah, Bantu Anak Yatim Sekolah: Bank Sampah Berseri Gandeng MIS Al Mukhlisin Kuala Tanjung

 

Penulis : ZAL

Editor : ZAL

 

Berita Terkait

Polda Sumut Laksanakan Operasi Yustisi Hari Ini, Warga Tak Pakai Masker Ditindak

SUMUTNEWS.CO - Medan | Polda Sumatera Utara akan menggelar...

Ketum Hipmi Sumut Bangga Banyak Kader Sukses Jadi Menteri

SUMUTNEWS.CO, MEDAN - Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi)...

Melayat ke Rumah Duka Nelayan di Nisel, Bobby Nasution Kuliahkan Anak Almarhum

SUMUTNEWS.CO, NIAS SELATAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad...

PMS Gelar Syukuran Agus Andrianto Jadi Menteri Imigrasi

SUMUTNEWS.CO, MEDAN - Selama ini Drs Agus Andrianto, SH,...

Komoditas Ekspor Sumut Bernilai Ekonomi Tinggi Harus Dikembangkan

SUMUTNEWS.CO, MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby...

Berita Terbaru