Curi BH dan Celana Dalam hingga Sekarung, Duda di Serdang Bedagai Diusir dari Kampung

SUMUTNEWS.CO – Serdang Bedagai | – Seorang pria berinisial SO (46) diusir dari kampungnya di Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut.

Pengusiran itu dia terima lantaran ketahuan mencuri pakaian dalam warga dalam setahun terakhir.

Berdasarkan informasi dihimpun, SO diketahui tidak memiliki pekerjaan dan sudah bercerai dengan istrinya beberapa tahun lalu.

“Yang bersangkutan kita amankan Kamis (13/08/2020),” kata Kepala Desa Sei Bamban, Ofyar Azwar, Senin (17/08/2020).

Perbuatan SO terbongkar setelah adiknya mengadu kepada kepala desa. Dia mengaku risih dengan tingkah laku abangnya yang mengumpulkan pakaian dalam sebanyak 1 karung goni.

Baca juga:  Kasus Dugaan Penggelapan Rp25,2 Miliar Diana Pungky Masih Diselidiki Polda Metro Jaya

Sementara warga di kampung itu cukup resah setahun belakangan. Mereka kerap kehilangan pakaian dalam dari jemuran.

“Satu kampung kehilangan BH sama celana dalam, sudah 1 tahun ini,” jelas Ofyar.

Kepala desa bersama warga kemudian mendatangi SO. Saat akan ditanyai, dia sempat mencoba melarikan diri, namun tertangkap. Di rumahnya ditemukan karung goni berisi BH dan celana dalam.

Baca juga:  Inilah Deretan Napi Lapas Cibinong yang Disebut MAKI: Ada Ferdy Sambo hingga Harvey Moeis

SO kemudian diinterogasi. Pria itu mengakui perbuatannya.

“Dia mengakui mencuri BH. Pengakuan dia, rencananya mau dijual, tapi warga nggak yakin. Soalnya selama tahun ini barangnya banyak, sampai satu gonian lebih. Lebih dari ratusanlah jumlahnya,” ujar Ofyar.

Selain pengakuan SO, sejumlah warga mengenali pakaian mereka di antara tumpukan barang curian pria itu.

“Ya tandalah, namanya punya masing-masing,” sebut Ofyar.

Pria ini sempat dibawa ke kantor polisi setempat. Namun, warga akhirnya sepakat memaafkannya. SO diminta tidak mengulangi perbuatannya dan harus meninggalkan desa itu.

Baca juga:  Inilah Deretan Napi Lapas Cibinong yang Disebut MAKI: Ada Ferdy Sambo hingga Harvey Moeis

“Korban nggak ada yang lapor, ya sudahlah. Lagi pula kalau dipenjara, setelah keluar dia ke kampung lagi. Jadi kesepakatan warga, dia diusir dari kampung ini. Dia sudah pergi,” pungkas Ofyar. (Merdeka.com)

Editor: Why

Berita Terbaru

Semangat Gotong Royong Hidup Kembali, Warga Desa di Paluta Bersihkan Lingkungan dan Pererat Silaturahmi

SUMUTNEWS.CO, Padang Lawas Utara — Semangat kebersamaan tetap hidup...

Serangan Israel Tewaskan Lima Warga Gaza, Termasuk Ibu dan Anak Komunitas Kristen

SUMUTNEWS.CO, Gaza - Serangan udara Israel menghantam sebuah gedung...

Data Mencekam: 30 Warga Palestina Tewas di Tepi Barat Sepanjang 2026, Angka Melampaui Tahun-Tahun Sebelumnya

SUMUTNEWS.CO, Medan — Situasi di Tepi Barat yang diduduki semakin...

Kecam Keras Kekerasan di Siabu, Ketua DPRD Madina: Usut Tuntas dan Evaluasi Keamanan Tugas Anggota Dewan

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal — Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina),...

Wabup Tapsel Dorong Damparan Jadi Desa Percontohan Ekonomi Produktif

SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan - Desa Damparan Haunatas, Kecamatan Saipar Dolok...

Berita Terkait