DPRD Medan Temukan Beras Bulog Dijual ke Masyarakat Rp 17.000/Kg

SUMUTNEWS.CO, MEDAN – Komisi III DPRD Medan sidak ke gudang Bulog Medan Jalan jemadi Kelurahan Pulo Brayan Darat I Kecamatan Medan Timur, Senin lalu. Turut hadir dalam sidak dua orang anggota Dewan yakni Ketua Komisi III Afif Abdillah dan Erwin Siahaan dari Fraksi Gabungan/ PSI.

Sidak dilakukan karena di lapangan harga beras masih sangat mahal sampai Rp 17.000 per kilogram. Kondisi tersebut membuat Komisi III ingin mencari tahu apa permasalahan di lapangan, apakah stok beras sudah tidak mencukupi untuk kebutuhnan Kota Medan.

Ia mengatakan, pada dasarnya harga beras premium di Bulog tidak mahal, Rp 13.400 per Kg dan masyarakat bisa membelinya langsung ke Bulog.

Baca juga:  Andre Rosiade Puji Bobby Nasution: Gubernur yang Bekerja Keras!

Dijelaskan, Matius, Bulog menjual beras kepada pabrik atau kilang seharga Rp 12.000 per Kg. Kilang memiliki merek beras tersendiri, lalu mencampur beras premium Bulog dengan beras lokal. Diharapkan, kilang bisa mendistribusikan beras dengan menurunkan harga.

“Beras di lapangan tidak semuanya beras dari Bulog, tapi kalau di campur dengan beras lokal. Misalnya harga beras lokal dibeli kilang Rp 14.000 -Rp 14.500 per Kg ditambah harga beras Bulog Rp 12.000 pe Kg, jika dijumlahkan jadi Rp 26.000, lalu dibagi 2 menjadi Rp 13.000,” kata Matius.

Baca juga:  Komnas PA Berikan Award Untuk Ahmad Doli Kurnia: Anggota DPR RI ini Tegaskan Perlawanan terhadap Predator Anak

Sambung, Matius dengan modal beras Rp 13.000 per Kg, bisa dijual seharga Rp 14.000. Karena Bulog sebagai pemerintah sudah membantu kilang menjual beras dengan harga murah (Rp 12.000), sehingga diharapkan kilang menjual dengan harga murah juga.

Namun kenyataannya kata Matius, harga di lapangan sampai ke konsumen Rp 16.000-17.000 per Kg. Harga tersebut sangat jauh dari HET (harga Eceran tertinggi) Rp 14.500, pihak Bulog selalu mengingatkan agar kilang menjual sesuai HET.

“Tapi mereka (kilang) selalu mengatakan berusaha menjual harga sesuai HET, tapi kita maklumi, distribusi sampai ke toko, warung maupun swalayan membuat harga jadi melonjak. Tapi yang pasti kami dari Bulog tidak menjual beras dengan harga mahal, hanya Rp 12.000 per Kg,” tegasnya.

Baca juga:  Kominfo Sumut Benahi Peta Titik Buta Sinyal: Kabupaten dan Kota Diminta Mutakhirkan Data

Mendengar itu, Afif Abdillah akan memanggil stakeholder Bulog yakni perusahaan-perusahaan atau kilang penyalur beras di Kota Medan.

“Dimana permasalahannya kenapa sampai harga beras masih melambung, kita akan panggil pengusaha beras untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP),” tutupnya. (SN01)

Berita Terbaru

Manfaatkan Media Digital untuk Syiar Islam, Pelatihan Da’i dan Da’iyah MUI Padangsidimpuan Resmi Ditutup

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan — Pelatihan Da'i dan Da'iyah Kota Padangsidimpuan...

Pemkab Paluta Matangkan Persiapan Festival Seni Qasidah 2026, Pendaftaran Ditutup 5 Oktober

SUMUTNEWS.CO, Padang Lawas Utara — Pemerintah Kabupaten Padang Lawas...

Ahmad Doli Kurnia Desak Kapolda Sumut Usut Tuntas Kematian Siswi SD di Mandailing Natal

SUMUTNEWS.CO, Jakarta — Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua...

TNI: Menjaga Darat, Langit, dan Laut Bumi Pertiwi

Oleh: Moechtar Nasution * Pendahuluan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81...

Kasus Siswi SD Tewas di Madina Masih Tanda Tanya, Publik Tunggu Hasil Penyelidikan Kepolisian

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal — Peristiwa tragis berupa penemuan seorang siswi...

Berita Terkait