Gubernur Bobby Jenguk Siswi SMKN 1 Berastagi, Minta Kasus MBG Tak Berulang

SUMUTNEWS.CO, MEDAN– Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menjenguk siswi kelas XI SMK Negeri 1 Berastagi, korban keracunan MBG yang dirawat intensif di RSU Haji Medan. Kondisi siswi tersebut dinilai paling serius sehingga harus dirujuk dari Karo ke Medan untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Bobby Nasution mengatakan kondisi siswi tersebut lebih berat dibandingkan siswa lain yang terdampak. “Secara visual memang kondisinya lebih parah dibandingkan teman-temannya yang lain. Ada siswa yang sudah diperbolehkan pulang, tetapi siswi ini sempat mengalami penurunan kesadaran sehingga harus dirujuk ke Medan dan mendapatkan penanganan intensif,” kata Bobby, Jumat (14/8/2026) malam.

Bacaan Lainnya

Menurut Bobby, Pemerintah Provinsi Sumut akan memastikan pasien mendapatkan penanganan terbaik hingga pulih sepenuhnya.

“Kami dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Tanpa menyalahkan pihak mana pun, kami berkomitmen memastikan pasien mendapatkan perawatan sampai benar-benar pulih,” ujarnya.

Bobby menambahkan pihak rumah sakit memperkirakan pasien masih membutuhkan perawatan selama dua hingga tiga hari ke depan sambil menunggu kondisi kesehatannya stabil.

Sebelumnya, Bobby mengungkapkan jumlah siswa yang mengalami keluhan terus bertambah. Hingga Jumat, tercatat sebanyak 353 siswa terdampak.

“Kejadian ini cukup fatal karena berdampak kepada lebih dari 300 anak-anak kita. Ada yang mengalami gejala saat jam belajar, ada juga yang baru merasakan keluhan pada malam harinya,” kata Bobby saat berada di Gedung DPRD Sumut.

Ia menyebut satu siswa harus dirujuk ke Kota Medan dan beberapa lainnya sempat menjalani perawatan intensif.

Menurut Bobby, kasus tersebut harus menjadi pelajaran penting agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Kita harapkan ini menjadi evaluasi dan pembelajaran bersama. Yang paling penting ke depan pengawasannya harus diperkuat agar tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Bobby juga mengungkapkan Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga terkait dengan kasus tersebut.

“Setahu saya hari ini sudah ada surat penghentian sementara atau suspensi terhadap SPPG tersebut. Sampel makanan juga sudah dibawa ke laboratorium untuk diperiksa,” katanya.

Ia menjelaskan hasil pemeriksaan laboratorium masih menunggu proses analisis yang diperkirakan memerlukan waktu hingga tiga hari.

“Nanti dari hasil laboratorium itu baru bisa dipastikan sumber persoalannya berasal dari mana,” jelas Bobby. (SN01)

Pos terkait