Gubsu Dampingi Wapres Tinjau Taman Sains Teknologi Herbal di Humbahas

SUMUTNEWS.CO, HUMBAHAS – Di hari terakhir kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka bersama istri Selvi Gibran Rakabuming meninjau Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbahas, Gibran mengapresiasi berbagai inovasi riset dan hilirisasi produk herbal dan hortikultura.

Didampingi Gubernur Sumut Bobby Nasution dan Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu, Wapres Gibran menyoroti pengembangan komoditas lokal, seperti kunyit, bunga telang, dan kentang yang sedang diuji untuk menghasilkan bioetanol dan produk turunan lainnya. Menurutnya, ini mencerminkan kekayaan hayati Indonesia dan pentingnya riset untuk meningkatkan nilai tambah.

Baca juga:  Pemprov Sumut Dorong 33 Kabupaten/Kota Terintegrasi ke PASADA, Permudah Akses Data dan Tarik Investor

Gibran pada kesempatan itu juga memuji pengembangan hilirisasi tanaman kemenyan yang merupakan tanaman unggulan dari Kabupaten Humbahas. “Saya rasa ini sangat luar biasa. Biasanya kita membicarakan hilirisasi nikel dan lain-lain, ini ada hilirisasi kemenyan. Ini sangat mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional,” ucapnya Jumat (16/05/2025).

Disampaikan juga, penguatan sektor pertanian menjadi fokus utama Presiden. Untuk itu, diharapkan TSTH2 dapat menjadi pusat penyedia bibit unggul dalam negeri dan mempercepat swasembada pangan nasional.

Baca juga:  Wagub Surya Sambut Baik Revisi Perda Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

Selain itu, Gibran juga meminta agar generasi muda dilibatkan aktif dalam pertanian, dengan memanfaatkan pendekatan teknologi dan inovasi seperti yang dikembangkan di TSTH2.

“Saya titip untuk anak-anak muda biar bisa lebih tertarik di pertanian untuk ke depan,” pungkasnya.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Indonesia Luhut Pandjaitan, yang turut hadir menegaskan bahwa TSTH2 berfungsi sebagai “pabrik bibit” nasional. Dengan bibit yang adaptable (dapat beradaptasi) terhadap lingkungan lokal dan ditujukan untuk mengurangi ketergantungan impor.

Baca juga:  Hari Pertama Pemutihan Pajak Kendaraan, Kantor Samsat di Sumut Dipadati Masyarakat

“Jadi ini sebenarnya bahasa mudahnya adalah pabrik bibit, tidak perlu lagi impor,” jelas Luhut. (SN01)

Berita Terkait

Elemen Masyarakat Sumut Kompak Serukan Penyampaian Aspirasi Damai

SUMUTNEWS.CO, MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution...

Bobby Minta Limbah B3 Medis Tak Dibuang Sembarangan

SUMUTNEWS.CO, MEDAN - Seluruh rumah sakit dan tempat pelayanan...

Eksplorasi Sumur Minyak di Sumut Diharapkan Tingatkan Investasi

SUMUTNEWS.CO, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby...

Perda Sistem Kesehatan Perlu Disesuaikan dengan Kondisi Terkini

SUMUTNEWS.CO, MEDAN - Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4...

Smartfren Siapkan Promo Khusus di Bulan Ramadhan

MEDAN - Smartfren mempersiapkan promo dan program khusus untuk...

Berita Terbaru